Bunda Sukabumi, Bikin Empek-empek Sendiri di Rumah Mudah Kok, Ini Resepnya

- Redaksi

Sabtu, 22 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empek-empek. l Istimewa

Empek-empek. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I Empek-empek memang makanan tradisional khas Sumatera Selatan, tatapi di Sukabumi cukup banyak penggemar makanan ini.

Buat Bunda Sukabumi yang ingin membuat sendiri empek-empek di rumah, berikut sukabumiheadlines.com sajikan resepnya.

Bahan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1) 250 gram daging ikan tenggiri halus. 2) 200 gram sagu tani (tergantung selera kalo suka agak kenyal bisa dilebihkan sagunya). 3) siung bawang putih (boleh skip). 4) 180-200 ml air biasa atau air es. 5) Garam dan gula secukupnya (silakan gunakan penyedap jika suka).

Cara membuat

1) Masukan dalam wadah daging ikan tenggiri yang sudah dihaluskan + bawang putih aduk rata. 2) Masukkan air sedikit demi sedikit, uleni hingga rata, lalu tambahkan garam dan gula, terus diuleni hingga benar-benar tercampur rata. 3) Tambahkan sagu sedikit demi sedikit diaduk sampai tercampur rata, jangan tambahkan air setelah masuk sagu. 4) Adonan pempek siap dibentuk, terlebih dahulu talenan dan tangan dibaluri dengan tepung sagu, ambil adonan pempek bentuk panjang lonjong, pelan saja, jangan terlalu ditekan. 5) Siapkan panci atau wajan yang sudah diisi air, tunggu mendidih, rebus pempek sampai matang dan mengapung baru diangkat, lalu tiriskan.

Kuah Merah Tauco

Bahan

1) 8 buah cabe merah + cabe rawit. 2) 3 siung bawang putih kupas, geprek dahulu lalu masukkan blender, biar halusnya merata. 3) 2 sdm tauco Bangka kwalitas bagus, cuci air matang, tiriskan. 4) Secukupnya air perasan jeruk kunci. 4) Gula dan garam sesuai selera, tetapi garam sedikit saja ya, karena tauco sudah asin. 5) Secukupnya air matang, tingkat kekentalannya sesuai selera.

Cara membuat

1) Rebus sebentar biar cabe gak mudah basi. 2) Terus blender ketiga bahan tersebut, lalu tambahkan gula, garam dan air perasan jeruk kunci dan air matang, aduk-aduk lalu cicipi untuk rasa asem, manis, asin pas. Siap dijadikan cocolan bujan, pempek dan teman-temannya.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB