Dinilai Kontroversial, Arnold Putra Pakai Seragam Khas PP dalam Paris Fashion Week

- Redaksi

Jumat, 28 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arnold Putra mengenakan seragam khas PP. l Istimewa

Arnold Putra mengenakan seragam khas PP. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I Ada yang unik dari gelaran Paris Fashion Week tahun ini. Selain unik ajang pamer desain terbaru itu juga seringkali menampilkan model absurd hingga kontroversial karena dianggap tidak mempertimbangkan aspek etis.

Tidak heran bila peragaan ternama itu di awal 2022 kembali menuai sorotan negatif, setelah desainer sekaligus influencer fashion asal Indonesia mengenakan seragam organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP).

Meskipun beberapa waktu terakhir PP kerap mendapat sorotan miring dari publik, namun desainer Arnold Putra tetap percaya diri mengenakan jaket dan celana kargo yang motif dan warna mirip seragam khas PP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sang desainer mengenakan busana tersebut saat menghadiri Paris Fashion Week, dan lewat rekaman medsos terpantau nongkrong bareng pesohor serta tokoh-tokoh fashion global, seperti Kanye West, Rick Owen, serta Michèle Lamy.

Arnold Putra bukan sekali ini saja merilis rancangan busana yang sengaja dibuat untuk memancing kontroversi. Dia sebelumnya pernah memamerkan tas jinjing terbuat dari tulang belakang manusia, konon dari tulang anak yang menderita osteoporosis.

Dalam Paris Fashion Week 2022, Arnold memodifikasi rompi Balenciaga dibikin bermotif loreng merah hitam ditambah aksen kamuflase taktikal serta sarung tangan hitam, seperti yang kerap digunakan anggota PP.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB