Ditinggal Sopir Ngopi, Tronton Seruduk Warung dan Motor di Cibeureum Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 26 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk terperosok, menimpa warung dan sepeda motor di Sukabumi. I Andika Putra

Truk terperosok, menimpa warung dan sepeda motor di Sukabumi. I Andika Putra

SUKABUMIHEADLINES.com – Kecelakaan truk terjadi di Jl. Pembangunan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Truk tronton nomor polisi A 9219 ZM bermuatan pasir terperosok ke got, lalu terguling dan menimpa sebuah warung di pinggir jalan, Kamis (26/8/2021).

Kejadian sekira pukul 15.00 WIB, itu diduga akibat ganjal ban yang tak kuat menahan beban truk. Saat kejadian, sopir tronton sedang istirahat di warung langganannya sambil meminum kopi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dia sedang menunggu malam atau tepatnya jam 19.00 WIB agar bisa melintas karena pemberlakuan pembatasan waktu bagi truk untuk beroperasi,” kata Ukat (52), pemilik warung.

Diduga kendaraan yang membawa beban berat, itu diparkir di jalan menurun. Batu yang dijadikan ganjal hancur dan truk itu pun melaju dan langsung menyeruduk warung tempat sopir dan kernet minum kopi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini masih diupayakan evakuasi kendaraan.

Ukat menambahkan, saat insiden terjadi dia sedang ada di belakang warung. “Tiba-tiba truk tersebut sudah menabrak warung. Kakak perempuan saya terhimpit kakinya, tapi lukanya tidak terlalu parah,” ujar dia.

Ukat melanjutkan, peristiwa itu bermula saat truk yang dibawa Rian dan kernetnya, diparkir sejauh 20 meter dari lokasi warung.

Ukat menyebut truk dalam kondisi mengaktifkan rem tangan. Sopirnya sedang ngopi, padahal truk sudah direm tangan dan ditambah diganjal pakai batu agar lebih mengerem” ujarnya lagi.

Selain warung, truk tersebut juga menimpa pengendara motor Vario dengan nopol F 6815 RP yang sedang diparkir oleh pemiliknya, Rizal Ramdani.

Akibat kejadian tersebut, warung dan sepeda motor Honda Vario milik Rizal mengalami kerusakan.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB