Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Dua negara ASEAN, Malaysia dan Brunei Darussalam, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan. Kedua negara Jiran tersebut sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang kembali memengaruhi sejumlah wilayah di kawasan.

Diberitakan The Star, Ahad (23/8/2026), Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuannya dengan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah dalam Konsultasi Pemimpin Tahunan ke-27 (27th Annual Leaders’ Consultations/ALC-27), Sabtu (22/8/2026).

“Kami berdua sepakat menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani masalah ini,” kata Anwar dalam konferensi persnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anwar bersama delegasi Malaysia tiba di Istana Nurul Iman, Brunei Darussalam, sekira pukul 11.00 untuk menghadiri ALC-27. Sultan Hassanal Bolkiah turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sehari sebelumnya, Jumat (21/8/2026), Mohamad Hasan mengatakan Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik di tingkat ASEAN untuk mencari solusi atas persoalan kabut asap lintas batas yang telah memengaruhi sejumlah wilayah di kawasan.

Menurut Mohamad, Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES) akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.

Sejumlah wilayah alami polusi tidak sehat

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan – sukabumiheadline.com

Persoalan kabut asap tersebut muncul ketika sejumlah wilayah di Malaysia mencatat tingkat polusi udara yang masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan data dari portal Sistem Pengelolaan Indeks Polusi Udara Malaysia (APIMS), indeks polusi udara (API) di Serian, Sarawak, mencapai 190 pada pukul 09.00 waktu setempat, Sabtu pagi.

Sementara itu, 10 wilayah lainnya juga mencatat tingkat polusi yang tidak sehat. Kuching berada di angka 182, Samarahan 177, Sarikei dan Sri Aman masing-masing 173, Sibu 161, Bintulu 157, Samalaju dan Mukah masing-masing 156, serta Miri dan Bukit Rambai di Melaka masing-masing 151.

Dalam kategori API Malaysia, angka 0-50 menunjukkan kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Berita Terkait

Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi
Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas
12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas
Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS
Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol
PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WIB

Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:01 WIB

5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:51 WIB

12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia

Berita Terbaru

Pantai Ujunggenteng, Sukabumi. l Istimewa

Wisata

Intip 5 pesona pantai terindah di Sukabumi

Jumat, 4 Sep 2026 - 16:19 WIB