Efektif untuk diet, begini cara meracik kopi dengan kurma sebagai pemanis alami

- Redaksi

Sabtu, 23 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurma - Istimewa

Kurma - Istimewa

sukabumiheadline.com – Bagi Anda penikmat atau peminum kopi yang tidak terlalu menyukai manis yang dihasilkan dari gula pasir, seduhan kopi juga akan terasa lebih nikmat dengan pemanis alami dari buah kurma.

Pemanis alami dari buah kurma ini tentunya bisa menjadi pilihan, selain gula aren cair atau bubuk yang juga diolah secara alami.

Selain itu, meminum kopi dengan pemanis alami ini juga menyehatkan bagi tubuh. Dari mulai mencegah kanker, hingga efektif untuk yang tengaymenjalani diet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut cara meracik kopi dengan pemanis buatan dari buah kurma dikutip dari kitchenofyouth.

Cara meracik kopi dengan kurma sebagai pemanis

Kopi campur kurma ini mudah dibuat. Dengan demikian, Anda bisa mencobanya di rumah, cukup menggunakan dua cangkir kopi yang sudah diseduh, dua sendok teh minyak kelapa organik, dua sendok teh mentega, dan dua buah kurma.

Selanjutnya, campurkan semua bahan tersebut hingga teksturnya lembut. Kemudian, bisa langsung meminumnya dan sebaiknya diminum di pagi hari.

Selain dicampur jadi satu, ada cara lain untuk menikmati perpaduan antara kopi dan kurma. Caranya adalah dengan menjadikan kurma sebagai camilan teman minum kopi.

Disarankan untuk mengonsumsi kopi hitam polos, tanpa campuran gula dan susu. Atau bisa juga dicampur dengan rempah-rempahan, seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga.

Seruput kopi sembari menikmati buah kurma utuh. Ini cocok dikonsumsi di pagi hari. Kurma dapat meningkatkan energi dan membantu menurunkan berat badan.

Manfaat kurma sebagai pemanis kopi

Bahan-bahan yang digunakan tersebut mengandung nutrisi penting. Seperti kandungan kafein pada kopi yang berperan sebagai stimulan dan antioksidan.

Minyak kelapa juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Manfaatnya dapat menguatkan tubuh, membunuh virus dan bakteri, hingga bisa membakar lemak perut.

Begitu juga dengan kurma yang kaya akan potasium, serat, dan tanin. Serat berperan untuk menyehatkan usus, tanin membantu melawan peradangan dan infeksi.

Selain itu, kurma juga kaya akan vitamin C dan zat besi. Menariknya, rasanya yang manis membuat kurma dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti gula.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB