Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owa Jawa - Gibbonesia

Owa Jawa - Gibbonesia

sukabumiheadline.com – Owa Sukabumi merujuk pada upaya konservasi dan populasi Owa Jawa (Hylobates moloch), primata endemik yang terancam punah, di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, khususnya di kawasan hutan sekitar Lengkong dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

Menurut pakar primata Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arief Setiawan menyatakan pada 2012 kerapatan Owa Jawa di hutan Petungkriyono mencapai 2,5 hingga 7,5 individu per kilometer persegi. Dengan jumlah itu, menjadi terpadat kedua yang berada di luar kawasan konservasi di Pulau Jawa.

Urutan pertama terdapat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dengan kerapatan mencapai 8,0 individu per kilometer persegi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perum Perhutani KPH Sukabumi, komunitas lingkungan seperti Yayasan KIARA, dan tokoh lokal seperti Tini Kasmawati secara aktif berkolaborasi untuk menjaga habitat Owa Jawa melalui penelitian, edukasi, dan reforestasi. Baca selengkapnya: Kesetiaan Tini Kasmawati, Wanita Tunanetra asal Lengkong Sukabumi Merawat Binatang Langka

Tini Kasmawati, wanita tunanetra asal Lengkong, Sukabumi setia merawat Owa Jawa. l Istimewa
Tini Kasmawati, wanita tunanetra asal Lengkong, Sukabumi setia merawat Owa Jawa – Ist

“Kami telah mengalokasikan sebagian kawasan hutan produksi yang berada di wilayah BKPH Lengkong sebagai zona penyangga untuk perlindungan habitat Owa Jawa,” jelas Administratur KPH Sukabumi, Tofik Hidayat, dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Perhutani, Ahad (4/1/2026).

“Keseimbangan ekologi tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan hutan yang kami lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas KIARA, Rahayu Oktaviani, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelamatkan Owa Jawa sebagai spesies yang sangat langka dan memiliki nilai penting bagi ekosistem.

“Owa Jawa merupakan salah satu primata paling langka di dunia, dan bagian dari kekayaan alam Jawa Barat yang wajib kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Kolaborasi dengan Perhutani menjadi langkah strategis untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini di habitat alaminya,” papar Rahayu.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola hutan dan komunitas lingkungan dalam upaya pelestarian satwa liar serta menjaga keseimbangan ekosistem hutan di wilayah Sukabumi.

Berita Terkait: Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi

Fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi

Owa Jawa - Alamendah
Owa Jawa – Alamendah
  • Status: Spesies owa paling langka di dunia dengan populasi liar tersisa sedikit.
  • Habitat: Tersebar terbatas di Jawa Barat dan Tengah, dengan Sukabumi menjadi salah satu kantong habitat penting.
  • Ancaman: Habitatnya terancam oleh perambahan hutan, sehingga upaya reforestasi penanaman pohon buah sangat krusial.

Pihak terlibat dalam konservasi

  • Perum Perhutani (KPH Sukabumi): Mengalokasikan kawasan hutan produksi sebagai zona penyangga habitat Owa Jawa.
  • Yayasan KIARA (Konservasi Ekosistem Alam Nusantara): Melakukan riset, edukasi konservasi, dan pengembangan masyarakat untuk perlindungan Owa Jawa.
  • Masyarakat Lokal: Warga di Lengkong hidup berdampingan dengan Owa Jawa, dan tokoh seperti Tini Kasmawati yang mendedikasikan diri merawat owa.

Kegiatan konservasi

  • Penanaman pohon buah-buahan untuk sumber makanan alami Owa Jawa.
  • Edukasi kepada generasi muda (Pramuka) untuk menjadi duta konservasi.
  • Pembekalan penelitian habitat untuk mahasiswa IPB Sukabumi.
    Pembuatan rumah informasi dan penggalangan dana untuk mendukung konservasi.

Berita Terkait

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba
Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Berita Terbaru