Menjaga keluarga tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi upah buruh pabrik - sukabumiheadline.com

Ilustrasi upah buruh pabrik - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Data komponen Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) terkait Sumbangan Pendapatan Perempuan (SPP) terhadap pendapatan total keluarga untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi mencatat angka di atas 25 persen.

Untuk informasi, dikutip sukabumiheadline.com dari data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (3/11/2026), SPP di Kota Sukabumi sebesar 29,62 persen terhadap pendapatan keluarga.

Sedangkan, SPP di Kabupaten Sukabumi mencatat 27,76 persen terhadap total penghasilan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai ilustrasi, jika penghasilan total keluarga Rp1 juta, maka sebesar Rp277.600 merupakan kontribusi perempuan. Jumlah tersebut menunjukkan angka signifikan terhadap keberlangsungan keluarga.

Namun demikian, pemda kota, kabupaten, dan provinsi bakal terus menggenjot angka SPP hingga setidaknya 50 persen sebagai bentuk komitmen meningkatkan IDG.

Untuk informasi, SPP di Provinsi Jawa Barat adalah 28,70 persen.

Pengertian SPP

Ilustrasi buruh sedang menjahit di pabrik garmen - sukabumiheadline.com
Ilustrasi buruh sedang menjahit di pabrik garmen – sukabumiheadline.com

Dilansir dari laman resmi Open Data Jawa Barat, data komponen IDG terkait SPP untuk kota dan kabupaten didasarkan pada proporsi pendapatan perempuan terhadap total pendapatan, keterlibatan perempuan di parlemen, dan perempuan sebagai tenaga profesional. SPP berfokus pada peran ekonomi perempuan di pasar kerja.

SPP mengukur rasio pendapatan yang dihasilkan perempuan dibandingkan laki-laki dalam sektor formal dan informal.

SPP adalah komponen kunci Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang mengukur persentase kontribusi pendapatan pekerja perempuan terhadap total pendapatan keluarga, dengan persentase di bawah 50% menunjukkan masih adanya ketimpangan gender.

Komponen ini menyoroti peran ekonomi, pemberdayaan, dan partisipasi perempuan dalam pendapatan rumah tangga. Sumbangsih perempuan ini sekaligus merawat keluarga kemungkinan terjadinya krisis keuangan dalam keluarga yang dapat memicu perceraian.

Detail komponen IDG dan SPP

Definisi: Persentase kontribusi pendapatan dari masing-masing gender (perempuan vs laki-laki) terhadap total pendapatan.

Konteks IDG: Merupakan salah satu dari tiga dimensi utama IDG—bersama keterlibatan perempuan di parlemen dan tenaga profesional—untuk mengukur kesetaraan dalam ekonomi dan politik.

Tren & Nilai: Di Indonesia, SPP menunjukkan tren peningkatan namun secara umum masih di bawah 40% (misalnya 37,31% pada 2024), yang berarti masih timpang dibandingkan laki-laki.

Pengukuran: Data diambil dari survei ketenagakerjaan dan pendapatan yang mencerminkan partisipasi ekonomi aktif perempuan.

Metode: Perhitungan SPP sering kali melibatkan persentase rata-rata pendapatan yang setara dengan distribusi merata (equally distributed equivalent percentage – EDEP).

Contoh penggunaan, data mengenai komponen ini sering digunakan dalam SIGA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI untuk memantau kemajuan kesetaraan gender di Indonesia.


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba
Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:20 WIB

Menjaga keluarga tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB