Gorok Leher Nenek Musikah, Warga Surade Sukabumi Dibekuk Polisi

- Redaksi

Sabtu, 12 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

A, pelaku pembunuhan Musikah di Surade. l Istimewa

A, pelaku pembunuhan Musikah di Surade. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l SURADE – Pelaku pembunuhan Musikah (55) warga Pasirkarang, Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi diamankan jajaran Kepolisian Polres Sukabumi, Polda Jabar.

Informasi diperoleh sukabumiheadline.com, pelaku sendiri berinisial A (23) warga Surade, ditangkap seteleh ketahuan melakukan percobaan pencurian di wilayah Kecamatan Ciracap, sehari setelah melakukan pencurian di rumah nenek Musikah.

Berita Terkait: Maling Biadab, Nenek Musikah Tewas Bersimbah Darah di Surade Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, pelaku sebelumnya diamankan warga karena ketahuan melakukan pencurian di salah satu rumah warga yang selanjutnya diamankan Polsek Ciracap.

Sebelumnya, kata Dedy, pelaku melakukan pencurian di rumah korban Musikah Jumat (4/11/2022) lalu, sekira pukul 22.00 WIB dengan memasuki jendela yang telah dirusaknya.

Sesaat berada di dalam rumah korban, pelaku mengambil handphone milik cucu korban. Namun, ketika akan mengambil handphone milik korban, tiba tiba berbunyi dan membuat pemiliknya terbangun dari tidur.

Melihat Musikah terbangun dari tidurnya, karena panik pelaku kemudian secara spontan mencabut golok yang dibawanya dan menusukan pada bagian dada sebelah kiri korban, namun tidak meninggal kemudian pelaku kembali menusuknya pada bagian leher hingga membuat korban terkapar dan meninggal dunia.

Baca Juga: Ada Mayat Pria Misterius di Toilet Wisata Kuliner Karang Taruna Sukabumi

Setelah itu, tegas Dedy korban langsung kabur keluar melalui jendela yang sama saat masuk ke rumah korban.

“Alhamdulillah dalam waktu 7 hari bisa diungkap oleh Reskrim, dibantu Reskrim Polda, Resmob Polda dan Resmob Polres Sukabumi,” ungkap Dedy. Sabtu, (12/11/2022).

Masih kata Dedy, dalam penyeledikan yang dilakukan jajaran Satreskrim polres Sukabumi, awalnya dicurigai pelaku yang membuat Musikah meninggal adalah menantunya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB