Ini Alasan Utama Pria Arab Lebih Suka Menikahi TKW Indonesia

- Redaksi

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com l Bukan rahasia lagi jika banyak wanita Indonesia menjadi tenaga kerja wanita (TKW) untuk tujuan memperjuangkan agar memperbaiki perekonomian keluarga.

Namun, bagi mereka yang beruntung, banyak pula yang dinikahi oleh pria Arab ketika menjadi tenaga kerja.

Banyak pria Arab memilih menikahi perempuan asal Indonesia yang menjadi TKW di negaranya. Namun, patut diketahui, alasan pria Arab mau menikahi perempuan Indonesia ternyata bukan karena parasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentunya bagi mereka pria Arab, menikahi wanita dari Indonesia punya alasan tersendiri.

Seperti yang diungkapkan oleh pria satu ini kepada Alman Mulyana, seorang YouTuber sekaligus TKI di Arab Saudi ketika menjelaskan alasan pria Arab banyak menyukai wanita Indonesia.

Sebagaimana dilansir oleh sukabumuheadline.com dalam video di kanal YouTube Alman yang diunggah pada yang diunggah pada 19 Mei 2020 lalu, Alman mewawancarai salah seorang pria Arab.

Diketahui, alasan utama yang membuat perempuan Indonesia banyak disukai hingga dinikahi oleh pria Arab Saudi, adalah karena beragama Islam. “Jadi pertama perempuan Indonesia itu Islam,” ujar Alman.

Alasan kedua, perempuan Indonesia itu tidak banyak menuntut dan sopan santun luar biasa. Hal itu mungkin terlihat dari tata krama orang Indonesia pada masyarakat pribumi.

Terlebih yang jauh lebih penting adalah perempuan Indonesia ketika menikah maharnya tidak semahal di negaranya.

“Katanya (mahar) perempuan Indonesia kalau nikah tidak semahal di negara-nya,” ujar Alman menirukan penjelasan pria tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa ada beberapa hal tentang budaya pernikahan di Arab Saudi yang tak banyak diketahui, salah satunya, terkait mahar yang diminta pihak perempuan sangat mahal. Akibatnya, ternyata di Arab Saudi banyak yang sudah perawan tua.

Karenanya, banyak pria Arab Saudi lebih memilih menikah dengan wanita luar seperti TKW asal Indonesia. Orang Arab memang mengakui bahwa menikah dengan wanita Indonesia itu sangat enak sekali dan mudah sekali.

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB