Ini jadwal KA Pangrango terbaru 2025 relasi Bogor-Sukabumi dan harga tiketnya

- Redaksi

Sabtu, 21 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KA Pangrango saat berhenti di Stasiun KA Parungkuda - sukabumiheadline.com

KA Pangrango saat berhenti di Stasiun KA Parungkuda - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Seiring perubahan stasiun akhir Kereta Api (KA) Pangrango relasi Bogor-Sukabumi, perubahan juga terjadi dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan KA tersebut.

KA Pangrango melayani rute Bogor – Sukabumi dengan beberapa pemberhentian di antaranya Bogor, Paledang, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karang Tengah, Cisaat, Sukabumi.

KA Pangrango menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin bepergian dari Bogor ke Sukabumi PP, baik untuk keperluan wisata maupun aktivitas lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KA Pangrango merupakan kereta non-subsidi, tarif Kelas Ekonomi dengan harga Rp30.000, Kelas Ekonomi Premium Rp45.000, dan Kelas Eksekutif dengan harga Rp80.000. Harga tiket tersebut berlaku untuk perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi atau sebaliknya, dengan pemberhentian di berbagai stasiun di sepanjang rute.

Berita Terkait: Cek interior Skybridge Stasiun Paledang, penumpang KA Pangrango dari Sukabumi ke Jakarta harus lewat sini

Setelah mengalami perubahan dalam Gapeka 2025. Jadwal KA Pangrango Terbaru 2025 adalah sebagai berikut:

Jadwal KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor
Jadwal KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor – PT KAI

Demikian jadwal KA Pangrango terbaru 2025. Semoga informasi ini dapat membantu pengguna KA Pangrango.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB