Innalilahi, Empat Rumah di Kabandungan Sukabumi Hangus Terbakar

- Redaksi

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah terbakar di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Rumah terbakar di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kebakaran hebat kembali terjadi, kali ini sebanyak 4 rumah warga di Gang Isnen, Jalan Kabandungan, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, hangus terbakar api pada Jumat (12/1/2024).

Musibah kebakaran yang menghanguskan 4 rumah ini terjadi sekira pukul 18.00 WIB tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik pada salah satu rumah warga yang merembet ke rumah lainnya.

“30 menit sebelumnya saya melewati lokasi kejadian namun belum terjadi sesuatu, sesampainya di rumah melihat aliran listrik sudah spanning (tidak stabil) dan ada bau kabel yang terbakar. Lalu beberapa tetangganya bilang ada kebakaran, dalam 2 menit api sudah membesar,” ungkap Heri Supriyadi (32) warga Gang Kaswari di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heri menambahkan api terlihat membesar ketika warga mengetahui adanya musibah kebakaran tersebut, dan sudah merembet ke rumah lainnya yang memang padat penduduk tersebut. Bahan bangunan yang mudah terbakar menjadi penyebab api cepat membesar.

“Pertama kali terlihat api di lantai atas dan di sana tidak ada siapa-siapa, pinggir-pinggirnya (dindingnya) juga kayu jadi (api) merambat semua ke 4 rumah lainnya. Api udah gede tidak diketahui penghuni rumah,” tambahnya.

Sementara itu menurut Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekira pukul 18.05 WIB.

“Setelah mendapatkan informasi kita langsung menurunkan 3 unit kendaraan pemadam kebakaran dari kota Sukabumi dan di bantu 1 unit dari Kabupaten Sukabumi,” terangnya.

Proses pemadaman api berkisar 1 jam karena kondisi kebakaran terjadi di area padat penduduk sehingga petugas pemadam kebakaran mengalami sedikit kendala.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 2 pemilik rumah mengalami pingsan dan saat ini sudah dibawa ke RSUD R Syamsudin SH. Belum diketahui untuk jumlah kerugian, saat ini pihaknya masih konsentrasi pada penanganan kebakaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB