Jadwal dan Harga Tiket Terbaru KA Pangrango Relasi Sukabumi-Bogor

- Redaksi

Senin, 7 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor. l sukabumiheadline.com

KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor. l sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com l Perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya, bisa ditempuh menggunakan kereta api, yakni KA Pangrango. Kereta lokal ini kembali beroperasi sejak Ahad, (10/4/2022) lalu usai pembangunan jalur ganda dan revitalisasi stasiun.

Simak jadwal kereta Bogor-Sukabumi terbaru berikut ini sebelum Anda melakukan perjalanan naik KA Pangrango.

Seperti diketahui, rangkaian KA Pangrango berangkat dari Stasiun Bogor sampai dengan Stasiun Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama perjalanan sekitar dua jam, KA Pangrango berhenti di sejumlah stasiun meliputi Stasiun Bogor Paledang, Stasiun Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, dan Sukabumi.

Rangkaian KA Pangrango terdiri dari dua kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi. Jadwal kereta Bogor-Sukabumi Berikut jadwal KA Pangrango pada Agustus 2023 berdasarkan informasi dari website KAI.

Keberangkatan Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi

1. Berangkat dari Stasiun Bogor pukul 08.20 WIB, tiba di Stasiun Sukabumi pukul 10.24 WIB

2. Berangkat dari Stasiun Bogor pukul 14.20 WIB, tiba di Stasiun Sukabumi pukul 16.24 WIB

3. Berangkat dari Stasiun Bogor Paledang pukul 19.55 WIB, tiba di Stasiun Sukabumi pukul 21.59 WIB

Keberangkatan Stasiun Sukabumi ke Stasiun Bogor

1. Berangkat dari Stasiun Sukabumi pukul 05.30 WIB, tiba di Stasiun Bogor pukul 07.34 WIB

2. Berangkat dari Stasiun Sukabumi pukul 11.25 WIB, tiba di Stasiun Bogor pukul 13.29 WIB

3. Berangkat dari Stasiun Sukabumi pukul 17.25 WIB, tiba di Stasiun Bogor pukul 19.29 WIB.

Harga Tiket KA Pangrango

Adapun, harga tiket KA Pangrango kelas ekonomi adalah Rp45.000 dan kelas eksekutif adalah Rp80.000.

Penumpang dapat memesan tiket KA Pangrango melalui aplikasi KAI Access atau pembelian go show di loket stasiun tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB