Jalan Rusak Parah di Caringin Sukabumi, Warga: Jalan Apa Sungai?

- Redaksi

Senin, 11 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan rusak di Caringin. l Istimewa

Jalan rusak di Caringin. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CARINGIN – Jalan Kabupaten ruas Caringin Pasir – Caringin Lebak, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mengalami kerusakan cukup parah, dikeluhkan warga.

Warga mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena mobilitas masyarakat dalam beraktivitas terbilang ramai. Namun, meskipun sering dikeluhkan, hingga kini tak kunjung diperbaiki pemerintah.

“Gak tahu jalan, gak tahu sungai ini. Rawan kecelakaan, apalagi kalau malam hari,” kata Epi Gunawan (50) kepada sukabumiheadline.com, Senin (11/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, kata dia, ruas jalan tersebut setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas. Dari mulai berangkat dan pulang sekolah, hingga aktivitas perekonomian warganya dan lainnya.

“Heran aja, sampai sekarang belum juga diperbaiki. Mau sampai kapan dibiarkan rusak seperti ini?” Tanya pria yang biasa dipanggil Mpap itu.

Ia berharap pemerintah segera merespons keluhan warga dan memperbaiki jalan rusak tersebut. Pasalnya, kata Mpap, jalan tersebut sudah sekira tiga tahun dibiarkan rusak dan kondisinya kini semakin parah.

“Ya harapan saya segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dulu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB