Jatuh Saat Seberangi Sungai, Dua Warga Ciemas Sukabumi Ditemukan Tewas

- Redaksi

Senin, 7 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban H ditemukan meninggal dunia. l Istimewa

Korban H ditemukan meninggal dunia. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l CIEMAS – Dua warga Kampung Ciwangi, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia.

Informasi diperoleh sukabumiheadlines.com, kedua korban sebelumnya terjatuh saat menyebrangi jembatan bambu Sungai Leuweung Hejo, Ahad 6 Maret 2022.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Anjar Ari Wibowo mengungkapkan berdasarkan informasi dari anggota di lapangan, kejadian berawal pada Ahad sekira pukul 16.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, korban dengan inisial D (50) dan anaknya H (7) melintasi jembatan bambu Sungai Leuweung Hejo yang melintasi Desa Sidomulya.

H digendong oleh ayahnya, yakni D, bermaksud pulang ke rumah sepulang dari sawah, tapi tiba-tiba keduanya terjatuh dan hilang tenggelam terbawa arus Sungai.

Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur setelah mendapat laporan adanya kejadian tersebut, langsung melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban.

“Korban D berhasil ditemukan tim SAR Gabungan pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, di jarak 1,5 km dari lokasi kejadian dalam, kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Anjar, korban kedua H ditemukan sehari setelahnya, Senin 7 Maret 2022 di Desa Gunungbatu Kecamatan Ciracap, atau kurang lebih 12 Km dari lokasi kejadian, juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Selanjutnya jasad korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk dimakamkan,” jelasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB