sukabumiheadline.com – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, meminta mantan Calon Presiden (Capres) 2024, Anies Baswedan, untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran di Sukabumi, Damkar datang saat api sudah hanguskan rumah Daftar 9 film horor Indonesia tayang Februari 2025, film mania Sukabumi mau nonton? Investasi ratusan triliun Rupiah melayang, Wamenaker akan laporkan ormas ganggu pabrik ke Kapolri Cabup dan Cawali Sukabumi terpilih Asep Japar dan Ayep Zaki akan diperiksa
Abdulrahim Amiruddin - Redaksi
Minggu, 11 Oktober 2026
Anies Baswedan - Ilustrasi sukabumiheadline.com
sukabumiheadline.com – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, meminta mantan Calon Presiden (Capres) 2024, Anies Baswedan, untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan.
Syahganda menilai pasca-rivalitas politik Pilpres 2024 semestinya dilebur demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Untuk itu, ia meminta Anies mengesampingkan gengsi politik.
“Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok,” katanya di tayangan kanal YouTube Total Politik, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (11/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Syahganda juga meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu agar tak segan mengambil peran apabila pintu pengabdian dibuka oleh Istana. Selain itu, ia juga mengingatkan Anies tentang dukungan Prabowo pada Pilkada DKI 2017 lalu.
“Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga,” ujarnya.
Syahganda mencontohkan langkah kenegarawanan Prabowo ketika rela bergabung sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo usai dua kali kalah pada Pilpres 2014 dan 2019. Menurutnya, preseden rekonsiliasi tersebut patut dicontoh oleh Anies.
Karenanya, Syahganda menyarankan agar Prabowo merangkul tokoh nasional lain di luar koalisi seperti Mahfud MD dan Ganjar Pranowo demi memperkuat postur kabinet.
“Jangan selalu bicara the winner takes all, merasa paling berkeringat lalu yang lain tidak,” kata dia.
Menurut Syahganda, struktur jajaran menteri dan wakil menteri di era pemerintahan Prabowo cukup besar. Karenanya, dibutuhkan figur-figur yang memiliki kapasitas serta pengalaman untuk menerjemahkan program kerja secara efektif.
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB
Gundar Kolyubi dan Asep Japar pimpin Partai Golkar Kota dan Kabupaten SukabumiSenin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB
Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunungSabtu, 17 Oktober 2026 - 19:00 WIB
Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep JaparSabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB
SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:09 WIB
Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di MedanBerita Terbaru
Venue
Igor Tolic absen laga Ahad sore, Runje: Persib siap menang vs Isenmulang Kalteng FC
Sabtu, 31 Okt 2026 - 18:01 WIB
Musik
Kisah Danar Asmara, penjual cilok asal Sukabumi gabung label dan masuk dapur rekaman
Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:00 WIB
Olahraga
Cek jadwal Geopark Run Series 2026-2027 Sukabumi, daftar online di sini
Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:00 WIB
Khazanah
31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri
Sabtu, 31 Okt 2026 - 00:01 WIB

Oktober 30, 2026 | 15:41 WIB

Oktober 29, 2026 | 05:33 WIB

Oktober 28, 2026 | 08:00 WIB
