Kongres PSSI Sahkan Perubahan 23 Nama Peserta Liga

- Redaksi

Senin, 30 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kongres Biasa PSSI di Bandung. l Istimewa

Kongres Biasa PSSI di Bandung. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l PSSI menggelar kongres biasa 2022 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (30/5/2022) sore. Dalam kesempatan ini agenda pemaparan dari laporan kegiatan, laporan hasil keuangan, rencana anggaran, rencana program dilakukan oleh PSSI.

Kongres tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan dibuka Menpora Zainudin Amali. Sementara, perwakilan FIFA, AFC dan AFF terlihat hadir.

Dalam kongres tersebut, disahkan perubahan nama dari klub-klub anggota PSSI dan perubahan domisili.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah dibacakan tadi salah satunya Martapura United itu jadi Dewa United, keputusannya ada dalam surat keputusan berkaitan dengan pergantian nama itu,” kata Iriawan.

Adapun, terkait kepastian nama turnamen pramusim 2022, belum ditentukan titel resminya. Saat ini drawing sudah dilakukan dan Persib salah satunya terpilih menjadi tuan rumah. Beberapa opsi sudah disiapkan seperti Piala Presiden, tapi keputusan akhir masih belum diambil.

“Drawing-nya sudah dan titel dalam waktu dekat akan kita umumkan, apakah nanti Piala apa, itu mohon sabar. Piala presiden bukan? Salah satunya kami usulkan itu tapi kan harus lapor beliau dulu,” jelas eks Kapolda Jawa Barat itu.

Mengenai perubahan nama peserta Liga, Yunus Nusi selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI memberikan penjelasan. Total ada 23 klub yang disahkan perubahan namanya. Salah satunya klub promosi RANS Cilegon FC yang berganti jadi RANS Nusantara FC.

“Pemberhentian, penerimaan dan perubahan nama, misalnya Martapura Dewa United FC jadi Dewa United FC, kemudian Borneo FC menjadi Borneo FC Samarinda, PS Tira Persikabo menjadi Persikabo 1973, Rans Cilegon United berubah jadi RANS Nusantara FC.

Sementara, Liga 2 Putra Jombang jadi Putra Delta Sidoarjo, Putra Safin Group jadi FC Bekasi City, Total yang berubah nama 23 klub,” papar Yunus.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB