Kronologi Reni asal Sukabumi dipaksa nikah di China, ibunya bertahan hidup dari kuli bungkus kue

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kronologi Reni asal Sukabumi dipaksa nikah di China, ibunya bertahan hidup dari kuli bungkus kue - Ist

Kronologi Reni asal Sukabumi dipaksa nikah di China, ibunya bertahan hidup dari kuli bungkus kue - Ist

sukabumiheadline.com – Emalia (55), seorang ibu asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kabar yang sangat menyedihkan.

Seperti dituturkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Emalia harus menerima kenyataan pahit karena putrinya, Reni Rahmawati (23), telah menjadi korban Perdagangan Orang (TPPO) ke China.

Tragisnya lagi, sebelum keberangkatannya ke China, Reni yang masih berstatus gadis itu dipaksa untuk menikah. Baca selengkapnya: Hati-hati info loker di medsos, Reni gadis asal Sukabumi dipaksa menikah lalu disekap di China

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emalia menjelaskan bahwa awalnya Reni bekerja di PT Cosmo Technology Indonesia di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak. Namun pekerjaan itu hanya berlangsung beberapa bulan karena Reni diputus kontraknya.

Selanjutnya, Reni dikabarkan akan bekerja di sebuah pabrik sepatu yang terletak di Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Namun, setelah tiga bulan berlalu, Reni tidak kunjung kembali ke rumah. Alih-alih pulang ke rumah di Cisaat, kepada Emalia, Reni malah minta didoakan.

Meskipun terdengar biasa, namun minta didoakan saat rencana pulang dari Cikembar ke Cisaat, justru membuat Emalia curiga sekaligus was-was.

“Waktu itu dia telepon, ‘Doain saja bu biar saya bisa pulang’. Kata-kata itu aneh, kenapa harus didoakan untuk pulang dari Cikembar? Saya mulai curiga,” papar Emalia.

Kecurigaan Emalia semakin bertambah setelah ia ngobrol dengan adiknya (bibinya Reni). Emalia sangat terkejut mendengar bahwa Reni berangkat tanpa pamit. Sementara itu, tujuannya pun masih simpang siur.

“Kata adik saya, ada kemungkinan Reni ke luar negeri. Dulu juga Reni emang pernah cerita mau ke Jepang, tapi saya larang. Saya bilang, di Sukabumi saja. Nah, tiba-tiba sekarang dia sudah di China,” paparnya.

“Saya kaget, semalaman nggak bisa tidur,” kata Emalia.

Harapan keluarga 

Reni adalah tumpuan hidup bagi Emalia, sehingga kepergiannya memaksa Emalia harus bertahan hidup denganenjadi buruh di usianya yang tak lagi muda.

Baca Juga :  Diiringi Rintik Hujan, Malam Pergantian Tahun di Sukabumi Sepi

Emalia pun kini terpaksa harus menjalani pekerjaan kuli bungkus kue ali (kue cincin). Setiap hari, ia harus berjalan kaki selama satu jam dari rumahnya di Cikiray, Cisaat, menuju pabrik kue.

Ia memulai pekerjaannya pada pukul 8 pagi dan selesai pukul 4 sore, dengan jadwal kerja empat kali dalam satu pekan dengan upah Rp50 ribu.

“Pendapatan saya hanya 50 ribu Rupiah, hanya cukup untuk makan sehari-hari,” kata dia.

Selama ini, ia mendapatkan bantuan dari Reni untuk membayar sewa kontrakan. Mirisnya lagi, Emalia juga harus merawat anak sulungnya yang sedang sakit.

“Kakaknya sakit, Reni juga bantu biayanya,” kata Emalia.

Emalia merasa sangat terbebani jika Reni tidak bisa kembali. Ia menyadari bahwa setelah kepergian Reni, ia harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya pasti saya akan terus bekerja. Kalau nggak kerja, dari mana saya bisa makan?” ujarnya.

Setiap kali ia berjalan kaki menuju pabrik, pikirannya selalu tertuju pada nasib Reni.

“Saya suka hitung jam, nggak terasa sudah jalan satu jam. Walaupun sekarang lagi bicara, saya terus ingat ke anak. Saya berharap Reni cepat pulang dan selamat,” ucapnya penuh harap.

Disekap dan dipaksa nikah di China

Pencarian terhadap RR, seorang gadis asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menunjukkan hasil setelah dua bulan tidak ada kabar.

Saat mengadukan nasib anaknya kepada Dedi Mulyadi, Emalia dan salah seorang wakil keluarga, SG, menceritakan kronologi kepergian Reni.

Menurut SG, Reni pergi tanpa pamit. Sedangkan, sepeda motor miliknya dititipkan di rumah salah seorang temannya.

Emalia, ibu dari Reni Rahmawati saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Emalia, ibu dari Reni Rahmawati saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi – Ist

Dedi Mulyadi kemudian menelepon Kapolres Sukabumi agar segera melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang telah menjerumuskan Reni.

Dedi Mulyadi juga langsung menghubungi Menteri Perlindungan Pekerja Migran (P2MI), Mukhtarudin. Melalui sambungan telepon, Mukhtarudin berjanji akan membantu kepulangan Reni dari China.

Baca Juga :  Sudah Sebulan Youtuber asal Sukabumi Ini Dibawa Kabur Editor Videonya

Ditambahkan SG, saat ini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) telah memberikan informasi bahwa RR tidak berada di Xiamen seperti yang diberitakan sebelumnya, melainkan di Guangzhou, China.

“KJRI tadi sore menginformasikan, dia bilang sudah menemukan RR di Guangzhou dan sudah ditemui oleh kepolisian China,” ungkap SG.

Sebelum sampai di China, RR mengalami penyekapan selama dua minggu di sebuah rumah di Bogor. Di tempat tersebut, SG menjelaskan bahwa dokumen keberangkatan RR diproses dan skenario pernikahan palsu dengan seorang pria asal China disusun.

“RR bercerita, di ruang tamu rumah ada banyak orang. Lalu datang orang yang diduga penghulu dan bertanya di mana orang tua RR. Kemudian ditunjuklah seorang pria, padahal itu semua orang bayaran,” jelasnya.

Setelah proses tersebut, orang-orang yang terlibat menghubungi pria asal China melalui video call, dan RR langsung dinikahkan. Setelah disekap, RR dibawa ke Jakarta dan diterbangkan ke China.

Setibanya di bandara, ia diserahkan kepada pria yang mengaku sebagai suaminya. Keluarga baru mengetahui keberadaan RR di China setelah dua bulan hilang kontak. Salah satu ponsel RR disita, tetapi ia berhasil menyembunyikan ponsel lainnya.

“Kan RR itu punya dua HP, yang satunya diambil oleh mereka supaya menutup komunikasi, nah RR pintar, disembunyikan HP satunya lagi, dari situlah RR bisa komunikasi ketika sudah dua bulan di China,” ungkapnya.

Melalui ponsel yang disembunyikannya, RR dapat berkomunikasi secara diam-diam dengan SG dan menceritakan semua pengalaman pahit yang dialaminya, mulai dari tawaran kerja palsu hingga penyekapan dan paksaan untuk menikah.

Keluarga sangat bersyukur karena akhirnya bisa mendapatkan kabar mengenai keberadaan RR setelah sekian lama menunggu.

Berita Terkait

Kronologi lengkap buruh asal Cisolok Sukabumi cekik pacar hingga tewas usai diminta ceraikan istri
Pria Sukabumi diminta pacar ceraikan istri, Bilal cekik pacar buruh pabrik hingga tewas
Ratusan rumah rusak, fenomena alam tanah bergerak di Bantargadung Sukabumi meluas
DPRD Kabupaten Sukabumi sidak perizinan PT Indolakto Cicurug
Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun
Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi gelar Ansyithoh, Ramadhan Maslahat Berdampak
Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir
Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:00 WIB

Kronologi lengkap buruh asal Cisolok Sukabumi cekik pacar hingga tewas usai diminta ceraikan istri

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:00 WIB

Pria Sukabumi diminta pacar ceraikan istri, Bilal cekik pacar buruh pabrik hingga tewas

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:10 WIB

Ratusan rumah rusak, fenomena alam tanah bergerak di Bantargadung Sukabumi meluas

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi sidak perizinan PT Indolakto Cicurug

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:29 WIB

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun

Berita Terbaru

Jajaran manajemen Labamu - Dok. Labamu

Teknologi

Manjakan industri furnitur, Labamu tawarkan sistem MRP

Sabtu, 7 Mar 2026 - 10:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131