LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mahasiswa di kampus - sukabumiheadline.com

Ilustrasi mahasiswa di kampus - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Mahasiswa lulusan jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) semakin sulit mencari pekerjaan. Demikian laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI).

Dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (22/9/2026), LPEM FEB UI menyebut berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022–2024 lulusan STEM semakin menghadapi tekanan ketika memasuki pasar kerja setelah pandemi Covid-19.

Peneliti Prota Nurmalia Kusumawardhani dan Anya Ariella Br Tampubolon dalam laporan berjudul “Pasokan Digenjot, Penyerapan Tertinggal: Bukti Kohort Pasca pandemi untuk Kebijakan Talenta STEM” itu, mengungkap peluang lulusan STEM memperoleh pekerjaan semakin tertinggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan lulusan Jurusan Pendidikan, peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan semakin tertinggal pada mahasiswa yang lulus 2021, 2022, dan 2023.

“Tekanan serupa juga terlihat pada pendapatan dan peluang memperoleh pekerjaan formal. Dibandingkan bidang studi lain, kesenjangan peluang kerja lulusan STEM mulai melebar lebih dulu dan terus berlanjut pada angkatan lulus 2021, 2022, dan 2023,” demikian bunyi laporan tersebut.

Selain itu, LPEM FEB UI juga mencatat adanya pelemahan pada jurusan lain yang lulus 2023. Pelemahan serupa mulai terlihat lebih luas pada bidang studi lain. Namun, studi ini belum dapat memastikan penyebabnya, tetapi pola tersebut cukup jelas untuk menjadi tanda peringatan.

“Karena itu, target menambah jumlah talenta perlu diikuti dengan pemantauan terhadap apa yang terjadi setelah mereka lulus. Peluang memperoleh pekerjaan, pekerjaan formal, dan upah awal juga perlu dipantau secara berkala menurut bidang studi dan tahun kelulusan,” lanjutnya.

Berita Terkait

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan
Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Pelajar SMA PGRI Bantargadung Sukabumi belajar tugas kenegaraan di Istana Kepresidenan
Gandeng UIN SGD, Kemenag akselerasi pengembangan madrasah unggulan di Sukabumi
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB

Ilustrasi remaja perempuan dan orang tua memakai kacamata - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Tips memilih kacamata minus berdasarkan usia

Senin, 2 Nov 2026 - 17:00 WIB