Malas ke pantai? Beribadah sambil wisata ke Masjid Perahu Cicurug Sukabumi aja

- Redaksi

Sabtu, 13 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. - Istimewa

Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. - Istimewa

sukabumiheadline.com – Dari sekian banyak masjid transit di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Masjid Sri Soewarto bisa menjadi pilihan Anda dan keluarga dalam mengisi libur Lebaran tahun ini.

Masjid ini tidak sekadar menjadi tempat menunaikan ibadah shalat saja, namun juga menjadi destinasi wisata yang akan disukai putra-putri Anda.

Area masjid ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti area parkir yang luas dan pusat jajanan kuliner, hingga wahana wisata air, seperti kolam renang dan water boom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. - Istimewa
Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. – Istimewa

Bagi Anda yang setelah beribadah kemudian ingin melanjutkan dengan berenang, ada tiket yang harus dibayar sebesar Rp35 ribu per orang.

Jika tidak, Anda masih bisa menikmati pemandangan dari bagian atas masjid yang didesain menarik sehingga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan Muslim dari berbagai daerah.

Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. - Istimewa
Kolam renang di kompleks Masjid Sri Soewarto, Cicurug, Sukabumi. – Istimewa

Masjid dengan desain terbilang unik, yakni menyerupai perahu berukuran besar ini terletak di Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Baca lengkap: Desain Model Perahu, Mengintip Interior Masjid Sri Soewarto di Cicurug Sukabumi

Lokasi masjid yang diberi nama Masjid Sri Soewarto tersebut, cukup mudah dijangkau karena berada tepat di pinggir Jalan Alternatif Cicurug – Parungkuda.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB