Megawati Hangestri Rajin Baca Shalawat Ini, Rahasia Tampil Moncer di Red Sparks Korea Selatan

- Redaksi

Senin, 11 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati Hangestri rajin baca shalawat, rahasia tampil moncer di Red Sparks Korea Selatan. l Istimewa

Megawati Hangestri rajin baca shalawat, rahasia tampil moncer di Red Sparks Korea Selatan. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sosok hijaber yang juga atlet voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, menjadi perbincangan publik karena sisi religiusnya dinilai sebagai salah satu cara mendakwahkan Islam melalui olah raga yang digelutinya.

Sejak bergabung dengan salah satu klub voli di Negeri Ginseng, Megawati memang kerap menjadi topik perbincangan hangat publik Tanah Air karena sukses berkiprah di kancah internasional.

Seperti diketahui, wanita berhijab ini menjadi salah satu atlet yang memperkuat klub Daejeon JungKwangJang Red Sparks di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perannya dalam tim pun cukup penting dalam setiap laga karena menjadi top scorer. Hal itu juga yang membuat Megawati memiliki nama julukan Megatron.

Namun kesuksesan yang diraih oleh Megawati tak luput dari shalawat yang selalu ia rapalkan sebelum atau saat bertanding di lapangan voli.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, wanita yang dijuluki Megatron ini menjelaskan bahwa dirinya selalu mengucap shalawat selama pertandingan berlangsung.

“Aku selalu berdoa di lapangan, seperti ‘Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad,'” kata Megawati kepada rekannya dalam video yang beredar.

Megawati Hangestri Pertiwi
Megawati Hangestri Pertiwi rajin baca shalawat, rahasia tampil moncer di Red Sparks Korea Selatan. l Istimewa

Kemudian, rekannya yang berasal dari Korea itu lantas kebingungan dan bertanya arti ucapan yang Megawati katakan.

Sang pevoli handal kemudian menjelaskan bahwa arti shalawat yang ia ucapkan adalah bentuk permintaan tolong kepada Allah SWT.

Megawati juga menjelaskan bahwa ia bershalawat dari set ketiga hingga kelima selesai.

“Kayak, minta tolong ke Allah. Itu aku selama set ketiga sampe set kelima (bershalawat), dari set pertama malah,” tambahnya.

Rekan yang merekam video tersebut setuju dan menyebutkan bahwa Megawati tak berhenti berdoa selama pertandingan.

“Iya, setiap kali kita ada time-out, kamu berdoa kan,” kata perekam video.

Berita Terkait

ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini
Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:00 WIB

ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB