Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gen Beta atau generasi beta - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Gen Beta atau generasi beta - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Generasi Beta atau Gen Beta adalah kelompok demografis yang lahir antara 2025 hingga 2039, menggantikan Generasi Alpha. Istilah ini diperkenalkan oleh peneliti sosial Mark McCrindle, dan generasi ini diperkirakan akan menjadi saksi transformasi dunia menuju abad ke-22.

Gen Beta merupakan anak dari Gen Y atau Milenial akhir dan Gen Z, serta diperkirakan menjadi generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya dengan teknologi AI, rumah pintar, dan pendidikan terpersonalisasi.

Berita Terkait: Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah Gen Beta di Sukabumi

Generasi ini diprediksi mencakup sekira 16% populasi dunia pada 2035. Sedangkan untuk saat ini, generasi pertama Gen Beta baru menginjak usia satu tahun. Dengan demikian, jumlahnya masih jauh di bawah Gen Alpha. Baca selengkapnya: Jumlah Gen Alpha Sukabumi: Karakteristik dan tantangan si pembawa perubahan

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, bayi usia 0 – 4 tahun berjumlah 225.182 jiwa, terdiri dari 114.898 laki-laki dan 110.284 perempuan.

Jika diasumsikan dibagi rata-rata, 225.182 : 5, maka jumlah Gen Beta yang saat ini berusia 1 tahun di Kabupaten Sukabumi sekira 45.036 jiwa, dari total jumlah penduduk kabupaten sebanyak 2.852.107 jiwa.

Karakteristik dan ciri khas Gen Beta

Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir - sukabumiheadline.com
Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir – sukabumiheadline.com

Generasi AI Terintegrasi: Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan virtual reality (VR) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka, bukan sekadar alat.

Adaptif dan Sadar Lingkungan: Tumbuh dengan kesadaran ekologi tinggi, mereka diprediksi lebih sadar iklim dan etis dalam konsumsi.

Digital Native Sejati: Lahir saat teknologi sudah mapan, mereka diprediksi sangat kreatif dalam memanfaatkan AI untuk berkarya.

Konektivitas Global: Diprediksi memiliki pola pikir yang lebih global dan kolaboratif, namun berisiko kecanduan teknologi.

Berita Terkait

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua
5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM
Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir
Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir
Kota Sukabumi bukan tempat ideal untuk ditinggali
PLTA Ubrug Sukabumi 1 dari 5 pembangkit listrik tertua di Indonesia
KRL Bogor-Sukabumi hadir, mulai 1 Juli KA Pangrango dilengkapi Kereta Ekonomi New Generation

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:21 WIB

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:30 WIB

5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:00 WIB

5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:26 WIB

Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir

Berita Terbaru