Milenial Sukabumi, April Digelar Turnamen e-Sport Mobile Legends dan Magic Chess

- Redaksi

Rabu, 23 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamplet SCI Star e-Sport. l Istimewa

Pamplet SCI Star e-Sport. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l PARUNGKUDA – Kabar baik untuk millenials Sukabumi, tidak lama lagi akan digelar Turnamen e-Sport tingkat Kota dan Kabupaten Sukabumi. Hal itu disampaikan Fit Alfan selaku dari Ketua Penyelenggara turnamen yang bertajuk SCI Star e-Sport tersebut.

Untuk cabang olah raga yang dipertandingkan, Alfan menyebut dua jenis, yakni Mobile Legends dan Magic Chess. “Sementara dua cabang yang dipertandingkan Mobile Legends dan Magic Chess,” kata dia.

Menurutnya, turnamen akan diikuti oleh puluhan tim dan ratusan peserta dihelat pada 22-24 April 2022. “Alhamdulillah, turnamen ini akan diikuti oleh 32 tim dan 160 orang peserta,” ungkap Alfan kepada sukabumiheadlines.com, Selasa (22/3/2022) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, tambah Alfan, pelaksanaan turnamen akan digelar pada pekan terakhir April 2022. “Kalau untuk pelaksanaan Babak Kualifikasi akan dilakukan secara secara online, hingga babak delapan besar,” jelasnya.

ml naskah
Pamplet SCI Star e-Sport. l Istimewa

Turnamen e-Sport, kata Alfan, menyediakan total hadiah Rp5 juta, digelar sekaligus sebagai ajang pencarian bakat-bakat bagi atlit-atlit e-Sport. “Tujuannya untuk menjaring atlit-atlit e-Sport. Total hadiah yang kami sediakan sebesar Rp5 juta, plus sertifikat dan plakat,” tandasnya.

Adapun, untuk uang pendaftaran, Alfan menyebut bahwa panitia mematok biaya sebesar Rp50 ribu per tim. “Uang pendaftaran sebesar Rp50 ribu,” tandas pria berkacamata itu.

Sementara, Penanggungjawab Turnamen e-Sport Luki Ismail mengatakan akan digelar santunan bagi anak-anak yatim piatu pada sela-sela turnamen.

“Iya, kami juga akan melaksanakan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Dalam kegiatan ini kami menggandeng Star Life yang merupakan organisasi nirlaba yang menghimpun dana zakat dan sedekah karyawan,” jelas Luki.

Untuk tempat penyelenggaraan turnamen itu sendiri, Alfan dan Luki menyebut masih dipertimbangkan dua lokasi. “Ada dua lokasi, tapi peluang paling besar akan dilangsungkan di Parungkuda,” pungkas Luki.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB