Minat beli Honda Monkey 125? Sudah meluncur dijual Rp83 juta

- Redaksi

Kamis, 6 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sukabumi minat beli Honda Monkey 125? Sudah meluncur dijual Rp83 juta - Istimewa

Warga Sukabumi minat beli Honda Monkey 125? Sudah meluncur dijual Rp83 juta - Istimewa

sukabumiheadline.com – Honda Monkey 125 hadir di Indonesia sebagai pilihan untuk konsumen yang berminat memiliki mini bike. Produk CBU PT Astra Honda Motor (AHM) ini cocok buat bikers yang suka tampil anti mainstream, mengingat legendarisnya nama Monkey di dunia otomotif global.

Honda Monkey 125 masih mempertahankan gaya Honda Z50, mini bike generasi awal yang pertama kali diperkenalkan di era 1960-an dilihat dari siluet trapesium yang ditonjolkan. Kesan retronya terlihat dari desain lampu depan, belakang, sein, hingga kaca spion yang serba membulat.

Soal ukuran, Honda Monkey 125 memiliki dimensi dengan panjang 1.710 mm, lebar 755 mm, panjang 1.029 mm, dan tinggi jok 776 mm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambah dengan penggunaan ban depan berukuran 120/80 dan belakang 130/80 yang masing-masing berukuran 12 inci membuatnya makin terlihat jangkung dan gambot.

Meski tampilan jadul, Honda Monkey 125 sudah mengusung berbagai perangkat modern agar tidak ketinggalan zaman. Lihat saja, lampu-lampu yang digunakan semua sudah LED serta panel instrumennya sudah mengusung tampilan digital.

Honda Monkey 125
Warga Sukabumi minat beli Honda Monkey 125? Sudah meluncur dijual Rp83 juta – Istimewa

Bahkan motor ini juga sudah dilengkapi dengan Anti Theft Alarm dan Answer Back System yang memudahkan pengguna mencari lokasi parkir motor. Meski kecil begini, Honda Monkey 125 menggunakan mesin 125 CC empat tak silinder tunggal SOHC berpendingin udara PGM-FI.

Power yang dihasilkan mencapai 9,2 dk pada 7.000 rpm dan torsi 11 Nm pada 5.250 yang disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan. Mendukung kenyamanan dan keselamatan berkendara, kaki-kaki motor ini menggunakan suspensi upside-down di bagian depan dan sokbreker ganda di belakang lansiran Showa.

Rem depan belakang sudah cakram semua dan dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) di bagian depan sebagai fitur keselamatannya.

Tipe dan harga

Untuk harga lengkapnya, bisa simak tabel di bawah ini:

  • Monkey Pearl Nebula Red Rp83,435,000
  • Monkey Banana Yellow Rp83,435,000
  • Monkey Pearl Shining Black Rp83,435,000.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
6 motor paling laris di Indonesia 2026, cek harga dan spesifikasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB