Motor Adu Banteng di Parungkuda Sukabumi, Seorang Wanita Berlumuran Darah

- Redaksi

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wanita berlumuran darah usai kecelakaan di Jalan Raya Siliwangi, Parungkuda, Sukabumi. | Foto: Eva Siti Nurkholifa

Wanita berlumuran darah usai kecelakaan di Jalan Raya Siliwangi, Parungkuda, Sukabumi. | Foto: Eva Siti Nurkholifa

SUKABUMIHEADLINE.com l PARUNGKUDA – Dua motor terlibat adu banteng di Jalan Raya Siliwangi Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 15 Juli 2021 malam sekira pukul 21.00 WIB.

Satu motor Honda Beat Pop F 4669 TV warna merah dikendarai seorang pria datang dari arah Parungkuda menuju Sukabumi. Dari arah berlawanan ada sepasang suami istri sedang berboncengan naik Honda Beat F 3770 OG warna hijau-putih.

Salah seorang pengendara yang meminta namanya tak disebutkan mengaku melihat kejadian persis di depan matanya. Saat itu ia sedang mengendarai motor bebek Honda Kharisma dari arah yang sama dengan motor Beat Pop merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Si bapak-bapak yang pakai motor merah itu bawa motor cukup kencang. Dia dari belakang saya terus nyalip sambil teriak. Di belakangnya lagi ada truk tronton tiga. Terus dari arah berlawanan ada motor beat hijau udah lewat jembatan posisinya agak ke tengah, mungkin mau masuk Gang Ciambar, mau nyeberang. Terus terjadi tabrakan,” kata pengendara tersebut.

LAKA
Motor ringsek usai adu banteng di Jalan Raya Siliwangi Parungkuda, Sukabumi. | Foto: Eva Siti Nurkholifa

Pantauan sukabumiheadline.com di lokasi, akibat kecelakaan tersebut seorang perempuan yang dibonceng mengalami luka-luka hingga kepala dan wajahnya berlumuran darah. Sementara pengendara lainnya meringis menahan sakit.

Tiga orang yang terlibat kecelakaan langsung dibawa ke klinik terdekat oleh warga di sekitar lokasi. Setengah jam berselang polisi datang dan membawa dua unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut. Hingga kini belum diketahui identitas pengendara yang terlibat kecelakaan.

Berita Terkait

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB