Mungkinkah Israel Berikutnya? Deretan Negara Gagal Tampil di Piala Dunia U-20 Gegara FIFA

- Redaksi

Senin, 10 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l Sikap FIFA yang kerap dinilai memberlakukan standar ganda telah membuat 9 Timnas U-20 dari berbagai negara gagal tampil di ajang Piala Dunia U-20.

Seperti diketahui, FIFA selaku federasi sepakbola dunia memang memiliki hak untuk mengatur apa pun yang mereka mau.

Bahkan, FIFA bisa mengubah komposisi tim dalam sebuah turnamen, termasuk ajang Piala Dunia U-20. Artinya, Timnas Israel U-20 yang telah lolos Piala Dunia U-20 2023 lewat jalur kualifikasi, bisa saja dianulir keikutsertaannya oleh FIFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Timnas Israel U-20 bisa saja dilarang tampil di Piala Dunia U-20 2023 jika FIFA menilai serangan tentara Israel ke final Piala Liga Palestina beberapa lalu sebagai pelanggaran.

Namun, seperti kerap dituding banyak kalangan, akankah FIFA bersikap standar ganda terhadap Israel?

Untuk diketahui, sebelumnya sudah ada 9 negara batal tampil di Piala Dunia U-20 gara-gara FIFA. Berikut daftarnya:

1. Nigeria

Nigeria sejatinya lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 1991 dalam statusnya sebagai tuan rumah. Namun, status itu dicabut setelah Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) disebut telah melakukan pemalsuan pemain umur.

Kemudian, status tuan rumah diberikan kepada Portugal yang kemudian keluar sebagai juara Piala Dunia U-20 1991.

Lalu pada 1995, Nigeria kembali gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Penyebabnya karena wabah meningitis yang menyerang Nigeria hingga FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 1995.

2. Yugoslavia

Berikutnya, Yugoslavia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 1993 karena konflik di dalam negeri. FIFA kemudian menunjuk Australia sebagai tuan rumah dan Brasil keluar sebagai juara Piala Dunia U-20 1993).

3. Irak

Irak sedianya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2003. Namun, kemudian digantikan Uni Emirat Arab setelah Irak digempur pasukan Amerika Serikat. Saat itu, Timnas Brasil U-20 kembali jadi kampiun Piala Dunia U-20 2003.

4. Portugal

Nasib apes dialami Portugal yang memiliki koefisien tertinggi pada 2021, yakni 25.222 poin. Namun, Portugal gagal lolos ke Piala Dunia U-20 2023 setelah rontok di kualifikasi awal.

5. Perancis

Lalu Perancis yang menempati posisi dua dengan koefisien tertinggi saat itu, yakni 24.000 angka. Kegagalan itu coba dibalas Perancis dengan menjadi kampiun Piala Dunia U-20 2023.

6. Inggris

Demikian dengan Inggris yang juga mengalami nasib yang sama. Skuad The Three Lions batal tampil meski sebelumnya dinyatakan lolos ke Piala Dunia U-20 2021. Inggris lolos setelah meraup 23.833 poin.

7. Belanda

Belanda juga lolos lewat jalur koefisien. Belanda mengoleksi 19.000 poin dan menempati posisi kelima di Eropa.

8. Italia

FIFA membuat keputusan tegas dengan membatalkan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Penyebabnya karena Covid-19 masih melanda dunia saat itu. Alhasil, Timnas Italia U-20 yang dinyatakan UEFA lolos ke Piala Dunia U-20 2021 harus batal beraksi.

Italia U-20 lolos karena memiliki koefisien tertinggi keempat. UEFA mengambil koefisien sebagai tolok ukur kelolosan karena gagal menggelar Piala Eropa U-19 2020, juga efek pandemi Covid-19.

9. Indonesia

Terbaru, Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah ada beberapa kepala daerah yang menolak kehadiran Timnas Israel U-20. Namun demikian, FIFA hanya menyinggung soal keseriusan Indonesia dalam melakukan transformasi sepak bola.

Saat ini FIFA sedang mencari tuan rumah alternatif pengganti Indonesia. Kabarnya, status tuan rumah bakal diberikan FIFA kepada Argentina.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB