sukabumiheadline.com – Nama adalah kata, label, atau sebutan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memanggil orang, tempat, barang, binatang, maupun konsep. Sebagai identitas diri terpenting, nama membedakan satu entitas dengan yang lain dan sering dianggap sebagai doa, harapan, serta simbol kehormatan. Nama tercatat resmi dalam dokumen kependudukan seperti akta kelahiran.
Berikut adalah pengertian dan konteks nama
Menurut paralegal.id, nama adalah sebutan untuk memanggil seseorang. Dalam perspektif hukum menganggap nama sebagai identitas diri yang sah dan wajib dicatatkan dalam akta kelahiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, banyak budaya menganggap nama adalah doa dan harapan dari orang tua. Sedangkan, menurut KBBI, definisi nama sebagai kata untuk menyebut atau memanggil orang, tempat, barang, binatang, dsb.
Nama juga merupakan komponen mendasar dalam interaksi sosial dan administrasi, yang berfungsi membedakan satu entitas unik dari yang lainnya.
Mengenal generasi kelahiran

Pembagian ini berguna untuk menganalisis perilaku konsumen, gaya kerja, dan pola komunikasi.
Berikut adalah pembagian generasi berdasarkan tahun kelahiran, mulai dari Baby Boomers hingga Alpha, yang umum digunakan untuk memahami karakteristik demografi:
- Pre-Boomer/Silent Gen (sebelum 1945): Tumbuh dalam masa krisis/perang, tangguh, dan taat hukum.
- Baby Boomers (1946–1964): Lahir setelah Perang Dunia II, berdedikasi tinggi, pekerja keras.
- Generasi X (1965–1980): Transisi teknologi, mandiri, dan seimbang antara kerja-hidup.
- Generasi Y/Milenial (1981–1996): Tumbuh bersama internet, akrab dengan teknologi digital.
- Generasi Z (1997–2012): Digital native, mahir multitasking, sangat terhubung dengan sosial media.
- Generasi Alpha (2013–2024/sekarang): Lahir di era teknologi canggih/AI, sangat melek digital sejak lahir.
Nama bayi terpopuler di Indonesia berdasarkan generasi kelahiran

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang merilis daftar nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia berdasarkan generasi kelahiran, Selasa (17/3/2026).
Data yang dipaparkan Dirjen
Dukcapil Teguh Setyabudi ini mengacU pada catatan kependudukan per 31 Desember 2025 dan menunjukkan adanya pergeseran tren nama dari generasi ke generasi.
Pada generasi Baby Boomer hingga Generasi X, nama laki-laki seperti Slamet, Sutrisno, dan Mulyadi mendominasi. Sementara untuk perempuan, nama yang paling banyak digunakan antara lain Nurhayati, Sumiati, dan Sulastri.
Memasuki generasi yang lebih muda seperti Milenial, GenerasiZ hingga Generasi Alpha, tren nama mulai berubah. Nama seperti Wahyudi, Ardiansyah, Aldi hingga nama bernuansa Islami seperti Muhammad Al Fatih dan Siti Aisyah mulai banyak digunakan.

Berdasarkan data Dukcapil, jumlah
penduduk Indonesia pada semester I 2025, tercatat mencapai 288.315.089 jiwa.
1. GENERASI BABY BOOMER (1946- 1964)
Laki-laki
- Slamet: 38.530 orang
- Sutrisno: 28.671 orang
- Supardi: 26.608 orang
Perempuan
- Aminah: 37.348 orang
- Nurhayati: 37.068 orang
- Sumiati: 35.545 orang
2. GENERASI X (1965 – 1980)
Laki-laki
- Sutrisno: 65.907 orang
- Mulyadi: 52.298 orang
- Slamet: 50.104 orang
Perempuan
- Nurhayati: 89.626 orang
- Sri Wahyuni: 80.418 orang
- Ernawati: 62.526 orang
3. GENERASI MILENIAL (1981- 1996)
Laki-laki
- Herman: 44.299 orang
- Sutrisno: 42.266 orang
- Wahyudi: 40.319 orang
Perempuan
- Nurhayati: 89.626 orang
- Sri Wahyuni: 80.418 orang
- Ernawati: 62.526 orang
4. GENERASI Z (1997 – 2012)
Laki-laki
- Ardiansyah: 18.008 orang
- Aldi: 17.700 orang
- Wahyudi: 16.187 orang
Perempuan
- Sri Wahyuni: 26.343 orang
- Siti Aisyah: 24.753 orang
- Fitriani: 22.076 orang
5. GENERASI ALPHA (2013 – SEKARANG)
Laki-laki
- Muhammad Al Fatih: 27.715 orang
- Muhammad Rafa Azka Putra: 11.237 orang
- Muhammad Yusuf: 9.933 orang
Perempuan
- Siti Aisyah: 14.781 orang
- Aisyah Ayudia Inara: 13.997 orang
- Alika Naila Putri: 12.407 orang









