Nasib Tim Liga 2 yang Dibela Pemain asal Sukabumi Ini Berada di Ujung Tanduk

- Redaksi

Sabtu, 2 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eriyanto tampil bersama PSPS Pekanbaru saat menjamu Persiraja Banda Aceh. l Istimewa

Eriyanto tampil bersama PSPS Pekanbaru saat menjamu Persiraja Banda Aceh. l Istimewa

sukabumiheadline.com l PSPS Riau, tim yang dibela pemain pinjaman Persib Bandung asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Eriyanto, terancam gagal melangkah ke babak 12 besar Liga 2 2023-2024.

Kondisi terpuruk PSPS Riau akibat kekalahan 0-1 dari Sriwijaya FC pada laga yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Kamis (30/11/2023) malam.

Dalam laga itu, Yeven Bokashvili menjadi penentu kemenangan Sriwijata FC lewat golnya di menit 75.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat peluang PSPS menipis, kemenangan Sriwijaya FC membuat mereka tetap menjaga asa lolos ke babak 12 besar.

Laga PSPS-Sriwijaya FC berlangsung cukup keras, terbukti laga ini diwarnai tiga kartu merah, satu untuk pemain PSPS dan dua untuk pemain Sriwijaya FC.

Eriyanto tampil bersama PSPS Pekanbaru saat menjamu Persiraja Banda Aceh. l Istimewa
Eriyanto saat tampil bersama PSPS Pekanbaru. l Istimewa

Di kubu PSPS, M Andika Kurniawan mendapat kertu kuning kedua pada menit 85. Di menit yang sama, Yevhen mendapat kartu merah langsung.

Pemain Sriwiaya FC kedua yang kena kartu merah adalah Amabel Ramansyah Pratama pada menit 80. Dia mendapat kartu kuning kedua di menit itu setelah memperoleh kartu kuning pertama di menit 57.

Kekalahan dari Sriwijaya FC membuat PSPS tetap tertahan di posisi lima dari tujuh tim di Grup 1. Sedangkan Sriwijaya FC juga tetap di posisi empat dengan poin 13.

Namun, PSPS masih memiliki dua pertandingan sisa, sedangkan Sriwijaya FC hanya memiliki satu laga lagi.

Jika menang terus maka poin PSPS menjadi 16. Namun, kemenangan dalam dua laga sisa tak otomatis membuat mereka melangkah ke babak 12 besar.

Di posisi terakhir yang bisa melaju ke babak 12 besar, tempat ketiga, diduduki PSMS Medan dengan poin 15 dari sembilan laga.

Dari Grup 1 ini hanya menyisakan satu tim yang bisa lolos ke babak 12 besar.

Semen Padang di posisi pertama dengan 20 poin dari sembilan laga dan Persiraja Banda Aceh di posisi kedua dengan 18 poin dari 10 laga sudah memastikan diri melangkah ke babak 12 besar.

Baru bermain sembilan kali dan duduk di posisi ketiga, PSMS Medan berpeluang besar melengkapi tim yang lolos dari Grup 1 ini.

Untuk informasi, PSPS Riau juga diperkuat oleh eks kapten Persib Bandung, Supardi Nasir.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB