Ngeri, Tiang Listrik Tiba tiba Roboh di Palabuhanratu Sukabumi

- Redaksi

Senin, 25 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiang listrik di Palabuhanratu roboh. l Istimewa

Tiang listrik di Palabuhanratu roboh. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Tidak ada hujan tidak ada angin kencang, sebuah tiang listrik milik PLN di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tumbang.

Informasi diperoleh sukabumiheadline.com dari warga setempat, Dumar (50), tidak ada yang mengetahui kronologis robohnya tiang listrik tersebut dan hingga saat ini belum diketahui penyebabnya.

“Berdasarkan informasi dari warga terjadi sekira pukul 04.30 WIB,” ungkapnya. Senin (25/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Dumar, saat peristiwa terjadi kondisi cuaca sedang tidak terjadi hujan ataupun angin kencang. Namun, tiba tiba tiang listrik terbuat dari beton itu roboh.

“Kejadian tadi subuh. Gak ada angin, gak ada hujan, saya juga gak tahu persis kejadiannya,” jelasnya.

“Yang pasti pas saya keluar rumah, kok mati lampu. Saya mau ambil casan handphone, dilihat depan rumah ada tiang listrik roboh,” sambungnya.

Masih kata Dumar, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa robohnya tiang tersebut, namun aliran listrik mengalami padam untuk area wilayah Jalan Otista.

“Belum diketahui, saya gak tahu penyebab dari tiang listrik bisa roboh,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, robohnya tiang listrik tersebut menutup Jalan Otista sehingga arus lalu lintas tidak bisa dilalui kendaraan baik roda empat ataupun roda dua, sehingga kendaraan yang akan melintas dialihkan melalui Jalan Bhayangkara.

Hingga saat ini, pantauan di lapangan sejumlah petugas dari PLN Palabuhanratu tengah melakukan evakuasi tiang listrik yang roboh, juga terlihat sejumlah petugas kepolisian dari Satlantas polres Sukabumi melakukan pengaturan arus lalin di jalan Bhayangkara.

“Kendaraan crane sedang di lokasi untuk perbaikan, penyebab masih pengecekan,” singkat Rais Jusika manajer ULP PLN Palabuhanratu.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB