Pantauan Arus Lalu Lintas H-2 Mudik Lebaran di Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 30 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan arus mudik di Sukabumi. l sukabumiheadlines.com

Pantauan arus mudik di Sukabumi. l sukabumiheadlines.com

sukabumiheadline.com l PALABUHANRATU – H-2 menjelang perayaan Idul Fitri 1443 H/2022 M, suasana arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di Kabupaten Sukabumi masih terlihat ramai lancar, Sabtu (30/4/2022).

Hal itu diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah melalui Kasi Teknologi Informasi Komunikasi Polres Sukabumi Aipda Deny Ferdianto.

Berdasarkan pantauannya, dari belasan Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di beberapa lokasi mulai dari perbatasan Bogor, yakni Terminal Benda Cicurug, Tenjo Ayu Cicurug, dekat exit toll Cigombong, Simpang Cidahu, arus lalin terpantau lenggang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga menjelang sore ini secara keseluruhan arus lalu lintas pemudik di jalur utara pintu masuk ke Kabupaten Sukabumi masih landai,” ungkapnya kepada sukabumiheadline.com.

Dijelaskan Deny, sementara dari pantauan CCTV juga terlihat terjadi kepadatan arus lalu lintas kendaraan di jalan raya area pasar, yakni Parungkuda, Cibadak dan Simpang Ratu Cibadak.

“Kepadatan kendaraan terjadi di area pasar itu, akibat padatnya pengunjung ke pasar,” jelasnya.

Di lokasi lain, kata Deny terjadi kepadatan arus lalulintas kendaraan di Jalan Siliwangi Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, kepadatan kendaraan terjadi mulai dari area Supermarket Jalan Siliwangi hingga pertigaan Polsek Palabuhanratu.

“Secara keseluruhan hingga sore ini dua hari jelang lebaran arus lalu lintas di Kabupaten Sukabumi masih lancar,” terangnya.

Masih kata Deny, bagi masyarakat yang ingin melihat update perkembangan kondisi arus lalu lintas di beberapa ruas jalan menuju Kabupaten Sukabumi hingga Palabuhanratu saat mudik, bisa mengakses link channel YouTube.

“Ada tiga yang bisa dilihat yakni d’TIKsebelas, polreskabsukabumi, Denzel BDN Ratu,” tandasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB