Pemilik Main Bola, Motor di Parkiran Lapang Sinagar Sukabumi Digondol Maling

- Redaksi

Jumat, 18 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor honda Beat F 2654 UAK digondol maling di area parkir Lapang Sinagar, Kamis, 17 Juni 2021. | Foto: Istimewa

Motor honda Beat F 2654 UAK digondol maling di area parkir Lapang Sinagar, Kamis, 17 Juni 2021. | Foto: Istimewa

sukabumiheadline.com l NAGRAK – Sepeda motor honda Beat bernopol F 2654 UAK digondol maling di area parkir Lapang Sinagar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis, 17 Juni 2021 sore sekitar pukul 16.45 WIB. Pemilik saat itu sedang main bola.

Motor diketahui milik Asep Irawan alias Odeng (22 tahun) warga Kampung Guling Jawa Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saat diwawancarai, Odeng mengatakan saat itu sepulang kerja, ia langsung ke Lapang Sinagar untuk main bola. Sementara sepeda motornya ia simpan di area parkiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Motor di parkiran paling belakang, jadi enggak kepantau sama saya,” ungkap Odeng saat diwawancarai sukabumiheadline.com, Jumat, 18 Juni 2021.

Odeng mengaku baru mengetahui sepeda motornya hilang saat orang tuanya datang ke Lapang Sinagar menanyakan motor. “Tidak sampai 15 menit orang tua saya datang ke lapang tanyain motor. Pas dicek, motor udah enggak ada,” lanjutnya.

TKP pencurian motor Beat di area parkir Lapang Sinagar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
TKP pencurian motor Beat di area parkir Lapang Sinagar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. | Foto: Andika Putra

Odeng menduga sepeda motornya sudah jadi incaran maling lantaran ia sempat merasa diikuti oleh beberapa orang menggunakan sepeda motor saat di perjalanan menuju lapang.

“Sebelum kejadian motor saya hilang, ada yang hampir jadi curanmor juga di TKP yang sama, cuma keburu ketahuan warga. Kunci motor udah dikunci ganda, terus sama si curanmor sudah dipatahkan kunci gandanya. Cuma itu mah keburu ketahuan warga jadi si curanmor langsung melarikan diri,” pungkas Odeng.

Odeng mengaku sudah melaporkan aksi pencurian tersebut kepada pihak kepolisian.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB