Pemotor Langsung Tewas Saat Lindas Jalan Nasional Rusak di Cicurug Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 7 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban terlindas tronton di Cicurug. l Istimewa

Korban terlindas tronton di Cicurug. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CICURUG – Sebuah peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Nasional, tepatnya di Jl. Siliwangi, ruas Sukabumi-Bogor, Kampung Legos RT 01/05, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Panit 2 Lantas Polsek Cicurug Aiptu H. Tugino mengatakan, peristiwa bermula ketika sepeda motor jenis Karisma dengan nopol B 6413 TDH yang sedang melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi melintasi jalan berlubang sehingga mengakibatkan sepeda motor oleng, lalu pengendara terpental dan jatuh ke jalan.

“Pada saat bersamaan sebuah truk tronton juga melintas dari arah berlawanan,” kata Tugino kepada sukabumiheadline.com, Minggu (7/11/2021) dini hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikarenakan jarak antara pemotor dengan truk tronton sudah sangat dekat, kecelakaan lalulintas itupun tidak dapat terhindarkan lagi.

“Pemotor yang jatuh tersebut kemudian terlindas ban tronton, dan langsung tewas di tempat,” tambah dia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Enday Rahman (44), warga Kampung Sindanglengo RT 01/04 Desa Sukajember, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.

“Korban meninggal dunia, pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan maut tersebut, langsung dilarikan ke RS Sekarwangi Cibadak,” pungkas Tugino.

Sedangkan, pengemudi tronton, langsung melarikan diri, dan saat ini sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB