Pengakuan Menyentuh Daniel Mananta Saat Baca AlQuran, Akhirnya Sepakat dengan Quraish Shihab

- Redaksi

Jumat, 14 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daniel Mananta. l Istimewa

Daniel Mananta. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Presenter Daniel Mananta kembali menjadi perbincangan publik usai mengaku pernah membaca kitab suci umat Islam, AlQuran dalam sebuah tayangan podcast saat berbincang dengan M. Quraish Shihab.

Saat itu, Daniel tiba-tiba membuat pengakuan jika dirinya penasaran dengan alasan Quraish Shihab yang juga disebut pernah membaca Alkitab.

Hal itu karena menurut Quraish Shihab, tidak ada larangan bagi seorang Muslim untuk membaca kitab suci agama lain, meskipun membaca kitab suci agama sendiri harus menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam podcast tersebut, Daniel mengaku dirinya pernah membaca kitab suci AlQuran dalam terjemahan bahasa Inggris hingga setengah isi kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW itu.

“Saya sendiri juga sebenarnya pernah coba baca AlQuran juga. Ya sampai setengahnya, tapi dalam bahasa Inggris. Bahasa Arabnya saya nggak ngerti,” ungkap pria 41 tahun itu kepada Quraish Shihab, dikutip Jumat (14/7/2023).

Artis keturunan Tionghoa itu juga menjelaskan alasan dirinya sampai membaca AlQuran terjemahan bahasa Inggris. Hal itu karena ia merasa kagum terhadap sejumlah temannya yang menganut Islam hingga ia tersentuh dengan sikap temannya itu.

“Saya merasa banyak orang Muslim yang saya kenal, hatinya sangat damai. Saya suka banget sama mereka, saya ngobrol sama mereka,” ungkap Daniel.

“Dan saya pengin tahu apa sih ajaran-ajaran yang membuat mereka jadi seperti ini, jadi seseorang yang saya suka. Di situlah sebenarnya saya juga mulai cari tahu tentang AlQuran sendiri,” paparnya.

Sepakat dengan Quraish Shihab

Daniel dan Quraish pun membahas berbagai hal termasuk salah satunya soal LGBTQ. Mantan VJ MTV 2003 ini merasa bahwa persoalan LGBTQ di dunia sudah semakin memprihatinkan.

Pasalnya, persoalan LGBTQ kini sudah mulai merambah ke berbagai bidang termasuk pendidikan anak di sekolah. Daniel juga menyinggung perihal LGBTQ yang sangat ditentang oleh ajaran agama manapun di dunia.

Quraish Shihab lantas memberikan penjelasan mengenai pandangannya terhadap LGBTQ. Ia merasa bahwa bukan perkara mudah untuk mengontrol bagaimana manusia bersikap serta menentukan jalan hidup.

Namun, ayah Nazwa Shihab itu secara tegas meyakini bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti ada batasan termasuk soal seks. Karenanya, persoalan LGBTQ ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Ia menilai perlu ada pengarahan soal pemahaman LGBTQ ini.

“Dalam hidup ini ada pembatasan, jadi di bidang seks juga harus ada pembatasan, jangan bicara itu (LGBTQ) kepada anak yang belum mengerti, jangan praktikkan yang bertentangan dengan budaya dan agama, dan naluri manusia yang sehat,” ungkap Quraish Shihab.

“Karena hubungan sesama jenis itu sampai sekarang masih tidak disepakati oleh semua ilmuwan, hasil keputusan bahwa itu adalah normal masih ada perselisihan, ada kekuatan yang lebih besar, ya itu yang menang, itu lebih didengar, padahal tidak,” sambungnya.

Daniel pun mengaku setuju dengan pandangan Quraish mengenai perlu adanya pembatasan terhadap LGBTQ. Namun, ia mengaku tidak bermaksud untuk membenci orang-orang LGBTQ.

Daniel khawatir ketika pemahaman LGBTQ tersebut justru ditularkan kepada orang lain termasuk anak-anak. Ia pun membayangkan bahwa segala sesuatu yang tidak ada batasan, pasti akan menimbulkan sesuatu yang merugikan.

“Saya setuju dengan pembatasan tersebut sih, karena api kalau nggak dibatasi, akan membakar rumah, hutan, dan menghancurkan semuanya, air kalau tidak dibatasi akan membuat banjir, tsunami, dan lain-lain,” ujar Daniel.

“Tapi air kalau diberikan batas akan memberikan kehidupan, api kalau diberikan batas juga akan memberikan kehidupan, seks kalau nggak dibatasi pasti akan menghancurkan, tapi kalau dibatasi, ya itu namanya pernikahan,” tutupnya.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB