Perang Sarung, 10 Remaja Cicantayan Sukabumi dan Stick Golf Diamankan Polisi

- Redaksi

Rabu, 13 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti perang sarung. l Istimewa

Barang bukti perang sarung. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIBADAK – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak, Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, mengamankan puluhan remaja diduga hendak melakukan perang sarung atau tawuran.

Dalam keterangan tertulis yang di terima sukabumiheadline.com, Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah melalui Kapolsek Cibadak Kompol Maryono mengatakan, pihaknya telah mengamankan sekelompok remaja di Jalan Cikukulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi

Mereka diamankan pada Selasa (12/04/22) sekira jam 23.30 WIB, tepatnya di depan Perumahan Puri Kahyangan. “Para remaja kami amankan karena diduga akan melakukan perang samping (sarung),” ungkap Maryono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Maryono, sekitar 10 orang remaja berhasil diamankan dan dibawa ke ke Mako Polsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada sepuluh remaja yang kami amankan beserta barang bukti berupa empat sarung dan dua stik golf,” sambungnya.

Kompol maryono menjelaskan ke sepuluh remaja tersebut yang masing-masing berinisial ZR, DP, SL, RS, D, MP, ES, MI, YM dan B. “Saat ini mereka masih sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan,” jelasnya.

“Mereka terjaring dalam kegiatan operasi kepolisian rutin yang ditingkatkan, ini untuk menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB