Perjalanan Karier Poppy Sovia, Bintang Film, FTV, Sinetron dan Penghargaan Diraih Artis asal Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 19 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poppy Sovia, artis asal Sukabumi - @popsovia

Poppy Sovia, artis asal Sukabumi - @popsovia

SUKABUMIHEADLINE.com l Poppy Sovia adalah seorang pemeran kelahiran Sukabumi, 23 September 1984, dari pasangan Tjetjep Samsoedin dan Heni Nuraeni.

Sebagai artis peran, Poppy Sovia telah membintangi banyak film, FTV dan sinetron. Tak hanya itu, ia juga berhasil masuk nominasi banyak penghargaan di dunia yang digelutinya.

Berikut deretan film, FTV dan sinetron serta penghargaan yang pernah diraih Poppy Sovia, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Film

Pada 2007, Poppy membintangi film Mengejar Mas Mas dan The Butterfly. Kemudian, pada 2008, ia membintangi film Otomatis Romantis, Barbie3 dan Si Jago Merah

Pada 2009, ia membintangi Kalau Cinta Jangan Cengeng, Benci Disko dan Keramat. Dua tahun kemudian, 2011, ia bermain dalam film Catatan (Harian) Si Boy dan Hi5teria Anak Tiri pada 2012.

Tahun 2013, Poppy juga tampil dalam film Test Pack, Sule Detektif Tokek, Merry Go Round, Isyarat dan Slank Nggak Ada Matinya.

Tahun 2016, ia membintangi Terpana dan Shy Shy Cat. Lalu pada 2017 bermain dalam film Perfect Dream dan Mau Jadi Apa? Selanjutnya, pada 2019 dalam dilm Lagi-Lagi Ateng.

Serta pada 2020 dalam Abracadabra dan Sayap-Sayap Patah.

Poppy Sovia 456
Poppy Sovia, artis asal Sukabumi. l Istimewa

Sinetron

Hidayah: Akhir Hayat Seorang Lesbian (2007)

FTV

Rocker Jadi Romantis (2011), Cinta Momo & Tejo di Antara Angkringan (2012), Rojali Tak Pernah Ingkar Janji (2017) sebagai Yuli, Hatiku Hancur Gara-Gara Kamu (2017), Hei Gadis, Ku Suka Senyummu (2017).

Penghargaan

2007: Poppy Sovia yang membintangi film Mengejar Mas Mas berhasil masuk nominasi dalam MTV Indonesia Movie Awards sebagai Most Favourite Actress.

Kemudian, dalam film yang sama ia juga berhasil masuk nominasi dalam Festival Film Jakarta sebagai Pemeran Utama Wanita Terpilih dan Pendatang Baru Terpilih.

Masih dalam film yang sama, ia masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival Film Indonesia.

2008: Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Pemeran Utama Wanita Terfavorit dalam ajang Indonesian Movie Actors Awards. Lalu, menjadi nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dalam Festival Film Indonesia. Semuanya dalam film The Butterfly.

2011: Dalam ajang Festival Film Indonesia, perannya dalam Catatan (Harian) Si Boy menjadikannya nominasi peraih Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

2012: Dalam gelaran Indonesian Movie Actors Awards ia menjadi nominasi peraih Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dan Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit.

2013: Terpilih masuk nominasi peraih Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di film Merry Go Round dalam ajang Festival Film Indonesia.

Meskipun semuanya hanya Nominasi, tetapi hal itu menunjukkan bahwa wanita asal Sukabumi sangat diperhitungkan di dunia hiburan Tanah Air.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB