Pohon Besar Tumbang Nyaris Timpa Angkot di Cikakak Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon tumbang di Cikakak. l Istimewa

Pohon tumbang di Cikakak. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKAKAK – Sebuah pohon Tereup roboh di ruas Jalan Nasional Palabuhanratu – Cisolok, tepatnya di Jalan Raya Sukawayana, Desa/Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, hanya saja robohnya pohon berukuran besar menghalangi jalan.

Kapolsek Cikakak AKP Bri Catur Budiono mengatakan, pohon Tereup berukuran besar dengan panjang kurang lebih 20 meter roboh akibat sudah lapuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya saat kejadian, Catur menjelaskan, kondisi tidak sedang terjadi hujan deras ataupun angin kencang di sekitar lokasi kejadian. “Pohon Tereup ini tiba tiba roboh sekitar pukul 15.00 WIB hampir menutup badan Jalan Nasional,” ujarnya, kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (4/6/2022).

Adanya peristiwa tersebut, lanjut Budiono, membuat arus lalu lintas di ruas Palabuhanratu – Cisolok dan arah sebaliknya sempat tersendat sehingga diberlakukan sistem buka tutup sebelum akhirnya pohon berhasil dievakuasi.

“Evakuasi langsung dilakukan Sat Samapta Polres Sukabumi, dari PUPR juga dibantu masyarakat sekitar,” jelasnya.

“Alhamdulillah pohon tadi sudah dapat di evakuasi sekitar pukul 16.30 Wib, arus lalin kembali lancar bisa dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua,” terangnya.

Ditempat sama Dian Rudiansyah (29) warga sekitar menambahkan, sebelumnya saat melintas sudah mendengar suara patahan. Ia mengira awalnya hanya dahan pohon yang terlindas ban kendaraan.

Namun selang beberapa saat, ketika melihat pohon yang ada tepat didepannya tiba tiba roboh, beruntung saat pohon jatuh Ia sudah melewati lokasinya.

“Saya kan pas lewat sini, awalnya ada suara krakk! Eh pas lewat saya lihat ke belakang, pohonnya roboh,” ungkapnya.

“Di depan saya juga ada dua motor sama angkot, ya kalau lambat bisa saja tertimpa. Alhamdulillah beruntung udah lewat,” tandasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB