Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teni Ridha Shi, ibu tiri almarhum Nizam Syafei - Ist

Teni Ridha Shi, ibu tiri almarhum Nizam Syafei - Ist

sukabumiheadline.com – Hasil visum kematian Nizam Syafei (NS), santri berusia 12 tahun asal Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal diduga dianiaya ibu tiri, TR (47), mengungkap adanya sejumlah luka di tubuh korban.

Baca Juga: Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono. Dari hasil pemeriksaan luar menunjukkan luka tersebar di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari wajah hingga kaki. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil visum luar, ditemukan luka lecet di area wajah dan leher, luka bakar derajat 2A di beberapa titik, serta lebam merah keunguan yang mengarah pada trauma akibat benturan benda tumpul,” ujar Hartono, Ahad (22/2/2026). Baca selengkapnya: Hasil visum Nizam, bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri sebelum meninggal dunia

TR sendiri berstatus terlapor membantah tuduhan yang viral di media sosial, terutama setelah NS sempat menyebut namanya sebagai pihak yang memaksa ia minum air mendidih sebelum meninggal dunia.

“Tuduhan dari netizen seperti itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu. Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam,” kata TR.

TR mengakui semenjak berita anak meninggal akibat disiksa ibu tiri yang merujuk kepada NS viral di media sosial, dirinya mendapat berbagai penghakiman dari netizen. TR menyebut saat ini masih menjalani pemeriksaan kepolisian.

“Saya tidak tahu pulang ke mana, karena kena mental. Dampak dari berita ini saya dan orang tua saya jadi korban. Kasihan bapak saya yang sedang sakit tidak ada yang urus,” kata TR.

Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

NS, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas – Ist

Polisi temukan unsur pidana 

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan mereka menangani kasus ini dengan ekstra hati-hati. Ia menyebut kasus ini tak cuma didasarkan pada kesaksian verbal, tetapi juga pada bukti medis yang valid secara hukum.

“Total sudah 16 saksi telah kami mintai keterangan secara mendalam. Saksi-saksi tersebut mencakup keluarga, saksi yang melihat kondisi TKP, hingga saksi ahli dari tenaga medis atau dokter yang menangani korban,” kata Samian.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap keterangan saksi yang masuk akan kita kroscek secara teliti dengan hasil visum dan otopsi guna memastikan apakah luka-luka tersebut memiliki persesuaian dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan,” jelas Saiman.

Saiman meyakinkan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan secara maraton dalam 24 jam. Saat ini, polisi sudah menaikkan perkara ke tingkat penyidikan.

“Kita melakukan penyelidikan secara maraton dalam 24 jam. Perkara sudah kita naikkan ke tingkat penyidikan,” kata dia.

“Kita sudah memiliki dua alat bukti. Tentunya bisa kita yakini ini ada peristiwa pidana berupa dugaan adanya tindak kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap korban anak, yaitu saudara NS,” ungkap Saiman.

Saiman juga mengaku pihaknya turut memantau dinamika di media sosial. Namun, ia menegaskan pihaknya tidak bekerja di bawah tekanan.

“Terkait dinamika di media sosial, juga kita pantau. Tetapi kita tidak undperpressing. Kita tetap profesional,” katanya.

Dengan dinaikkannya menjadi penyidikan, maka akan ada penetapan tersangka.

Berita Terkait

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar
Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi
Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi
Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Berita Terbaru

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB

Ilustrasi lulusan kuliah menganggur - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Jumat, 9 Okt 2026 - 05:24 WIB