Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas - Ist

Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas - Ist

sukabumiheadline.com – Nizam Syafei (NS), seorang anak berusia 12 tahun diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ibu tirinya, TR (47), harus dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon pada Kamis (20/2/2026) pagi, namun nyawa korban tak tertolong dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis sore.

NS diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan ibu tirinya itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya di sekujur tubuh.

Kabar duka pun menyelimuti Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon,
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ketika jasad bocah laki-laki yang berstatus sebagai santri itu tiba di kampung halaman dalam kondisi sudah meninggal dunia, Jumat (20/2/2026) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi, korban diduga mengalami penyiksaan fisik yang keji, termasuk dipukuli dan dipaksa meminum air mendidih.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik tindakan tidak manusiawi. Penyebab kematian NS masih harus menunggu hasil pemeriksaan lab setelah dilakukan proses autopsi.

Anwar Satibi (38), ayah NS, mengungkapkan anaknya pernah menjadi korban KDRT pada 2025 oleh ibu tirinya.

“Ini (KDRT) sudah pernah terjadi cuma dimediasi, dia (istri Anwar) sujud ke saya jangan lapor mamah mau tobat. Akhirnya terjadi perdamaian. Sebetulnya laporan saya di polres belum dicabut,” kata Anwar.

Anwar memaparkan bahwa kini tengah mencari kejelasan soal penyebab kematian anaknya.

Luka seperti luka bakar yang terdapat pada sekujur tubuh korban itu menjadi dugaan adanya KDRT pada NS oleh ibu tirinya.

“Saya mendorong melakukan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah, tapi ingin memastikan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari sejumlah video beredar di mana Anwar sempat melarang istrinya menyentuh bibir korban ketika di rumah sakit. Anwar terlihat menepis lengan sang istri sebelum menyentuh bibir anaknya, sambil memaki.

“Dipodaran sia ku aing! (saya bunuh, kamu! – red),” hardiknya sambil menunjuk sang istri.

Berita Terkait

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Berita Terbaru