Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas sedang mengevakuasi jenazah Kholid Jaelani - BPBD PPU

Petugas sedang mengevakuasi jenazah Kholid Jaelani - BPBD PPU

sukabumiheadline.com – Jenazah seorang pria bernama Kholid Jaelani warga Kampung Cimenteng, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tak dipulangkan ke asal daaerahnya, jenazahnya dikuburkan di Pemakaman Covid-19 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, jasad Kholid ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Gang Serumpun, RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).

Setelah diidentifikasi di ruang jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah pria berusia 39 tahun itu di makamkan di Penajam, setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan proses pemulasaraan hingga pemakaman berlangsung mulai sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 Wita. Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

Selain BPBD, proses penanganan jenazah turut melibatkan Tim Inafis Polres PPU, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Sosial, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Pemakaman dilaksanakan di PPU, berdasarkan hasil koordinasi dan kesepakatan keluarga. BPBD bersama instansi terkait mendampingi seluruh prosesnya,” ungkap Nurlaila, dikutip dari laman resmi kepolisian, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, Polres PPU masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan awal Polres PPU tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari tim medis.

“Untuk penyebab kematian, sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian dan tim medis. Kami fokus memastikan proses penanganan hingga pemakaman berjalan dengan baik sesuai prosedur,” ujar Nurlaila.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Dua anggota ormas pelaku pembacokan di Sukabumi dibekuk polisi
5 tahun jadi tunawisma di Banyuwangi, Saprudin ingin pulang ke Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Berita Terbaru