Pria Jakarta Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan Cinumpang Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 11 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Majid diduga bunuh diri dari atas Jembatan Cinumpang. l Istimewa

Abdul Majid diduga bunuh diri dari atas Jembatan Cinumpang. l Istimewa

sukabumiheadline.com l KADUDAMPIT – Seorang pria ditemukan tewas di kolong Jembatan Cinumpang pada Selasa (11/7/2023) sekira pukul 11.00 WIB, di Kampung Pasirtugu RT 033/011, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pria bernama Abdul Majid tersebut diduga tewas karena bunuh diri dengan cara melompat dari atas Jembatan Cinumpang.

Informasi diperoleh, Abdul Majid kelahiran Jakarta (28/9/1980) dan tercatat sebagai warga Kampung Sumur RT 011/010, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia ditemukan tewas pertama kali oleh warga setempat, Ela Nurlaelah (44) dan Lina Haprana (39). Saat ditemukan tewas, Abdul Majid mengenakan celana panjang warna abu-abu dan kaos warna biru tua.

“Saksi Ela dan Lina yang sedang berjualan melihat korban mondar mandir di sekitar Jembatan Cinumpang dan sempat menggoyang goyangkan mobil yang terparkir dipinggir jalan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kadudampit, Iyus

“Saksi menerangkan bahwa setelah korban menggoyang goyangkan mobil yang terparkir di ujung jembatan selanjutnya korban menuju ke tengah jembatan disebelah Utara dan saat itulah saksi melihat korban melayang diudara yang diduga loncat dari atas jembatan ke bawah dengan ketinggian sekitar 20 meter,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB