Produksi perkebunan rakyat terbanyak di Sukabumi menurut jenis tanaman

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkebunan buah pala - sukabumiheadline.com/AI

Perkebunan buah pala - sukabumiheadline.com/AI

sukabumiheadline.com – Dengan luas 4.164,15 kilometer persegi, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah terluas di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten ini terbagi dari 47 kecamatan dengan 381 desa dan 5 kelurahan. Baca selengkapnya: 10 kecamatan terluas dan tersempit, luas Kabupaten Sukabumi berbanding jumlah penduduk

Sebagai daerah terluas di Jawa Barat, pertanian menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Baik sebagai pekerja tetap maupun buruh harian lepas.

Salah satu jenis usaha yang banyak menyerap tenaga kerja, adalah perkebunan. Karenanya, Sukabumi juga sekaligus menjadi lumbung bagi sejumlah komoditas pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data dihimpun sukabumiheadline.com, teh masih menjadi primadona di Sukabumi., diikuti karet, kopi dan pala.

Baca Juga: Hitung luas wilayah, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi Utara dan calon ibu kota

Produksi perkebunan rakyat terbanyak di Sukabumi

Perkebunan teh Goalpara Sukabumi
Perkebunan teh Goalpara Sukabumi – Ist

Disitat dari data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, 2020–2024, berikut adalah daftar hasil produksi perkebunan terbanyak menurut jenis tanaman, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (29/10/2025).

  1. Kelapa
    1.154,50 ton (2020)
    84.955,72 ton (2021)
    64.756,18 ton (2022)
    65.214,75 ton (2023)
    68.889,47 ton (2024)
  2. Karet
    1.272,76 ton (2020)
    1.450,38 ton (2021)
    1.531,17 ton (2022)
    1.513,18 ton (2023)
    1.296,81 ton (2024)
  3. Kopi
    185,29 ton (2020)
    320,53 ton (2021)
    327,78 ton (2022)
    365,30 ton (2023)
    766,14 ton (2024)
  4. Kakao
    63,56 ton (2020)
    48,16 ton (2021)
    42,75 ton (2022)
    14,34 ton (2023)
    11,08 ton (2024)
  5. Teh
    2.822,29 ton (2020)
    2.910,45 ton (2021)
    2.889,45 ton (2022)
    2.902,82 ton (2023)
    2.898,33 ton (2024)
  6. Pala
    387,02 ton (2020)
    394,66 ton (2021)
    403,73 ton (2022)
    412,59 ton (2023)
    … 2024 data tidak tersedia
  7. Lada
    33,40 ton (2020)
    33,80 ton (2021)
    33,00 ton (2022)
    33,00 ton (2023)
    … 2024 data tidak tersedia.
Kebun kelapa
Perkebunan kelapa – Ist

Untuk perbandingan, berikut data warga Sukabumi berdasarkan jenis pekerjaan: Puluhan ribu pria di Kabupaten Sukabumi urus rumah tangga, 500 ribu lebih wanita bekerja


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi ojek online atau ojol - sukabumiheadline.com

Hukum

Ojol di Sukabumi ditembak dari jarak 7 meter

Minggu, 25 Okt 2026 - 18:05 WIB