Profil Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Cibadak-Sukabumi Barat Dibangun di Atas 2.424 Bidang Tanah

- Redaksi

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Tol Bocimi Seksi 2. l Kementerian PUPR

Jalan Tol Bocimi Seksi 2. l Kementerian PUPR

sukabumiheadline.com l Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) saat ini sudah memasuki Seksi 3. Proses pembangunan jalan tol ruas Cibadak-Sukabumi Barat ini ditarget rampung pada akhir 2024.

Di sisi lain, saat ini proses pembebasan lahan dihentikan sementara sebab perizinan penetapan lokasi (penlok) untuk pembangunan jalan tol yang populer dengan nama Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) tersebut sudah habis pada 7 Oktober 2023 lalu. Baca lengkap: Kena Prank se-Indonesia, Salah Kaprah Jalan Tol Bocimi Warga Sukabumi Wajib Tahu Sejarahnya

Sementara, pembaharuan izin penlok tersebut saat ini masih dalam proses. Demikian menurut salah seorang staf tim PPK, Abubakar Abdul Hasan. Baca lengkap: Padahal Baru 87%, Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Dihentikan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Izin penlok itu ada batas waktu per tiga tahun dari sejak awal pembangunan Tol Bocini. Tiga tahun berakhir dan belum selesai, artinya harus diperpanjang penloknya. Jika belum diperbarui, maka kegiatan pembebasan lahan juga terhenti dulu,” ujarnya kepada sukabumiheadline.com, Jumat (24/11/2023).

Profil Jalan Tol Cisuka Seksi 3

Untuk diketahui, Jalan Tol Cisuka Seksi 3 menghubungkan Cibadak dengan Sukabumi Barat, membentang sepanjang 13,70 kilometer.

Jalan tol ini dibangun di atas lahan seluas 1.333.267 meter persegi, dengan 2.424 bidang tanah.

Tanah seluas itu meliputi 15 desa yang tersebar di enam kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Di antaranya, Kecamatan Nagrak di Desa Cisarua dan Desa Belakambang. Kemudian Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Desa Karangtengah dan Desa Cihelangtonggoh di Kecamatan Cibadak.

Berita Terkait:

Jalan Tol Bocimi Seksi 2 Habiskan Lahan 10 Desa di Sukabumi Seluas 1.595.612 M2, Ini Rinciannya

Mengapa Lahan untuk Jalan Tol Bocimi Seksi 2 Tidak Terealisasi 100%? Ini Biang Keroknya

Selanjutnya, Kecamatan Caringin berada di Desa Cijengkol, Mekarjaya dan Desa Talaga. Kecamatan Cicantayan berada di Desa Lembursawah, Cijalingan, Cisande, Cimahi dan untuk Kecamatan Cisaat berada di daerah Desa Kutasirna, Cibolang Kaler dan Desa Selajambe.

Untuk informasi, progres pembebasan lahan saat untuk jalan tol ruas Cibadak-Sukabumi Barat itu saat ini sudah mencapai 89 persen bidang dengan luas total yang sudah dibebaskan sekira 87,2 persen.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB