Puncak Peringatan Harlah 1 Abad NU Dipusatkan di Sidoarjo

- Redaksi

Sabtu, 19 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resepsi 1 abad NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (15/11/2022). l Istimewa

Resepsi 1 abad NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (15/11/2022). l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) menggelar sosialisasi resepsi 1 abad NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (15/11/2022). Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berikut lembaga dan banomnya serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

Sementara, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan bahwa puncak peringatan hari lahir (Harlah) 1 Abad NU akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 7 Februari 2023 mendatang. Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan dalam rangkaian harlah ini.

“Ada sejumlah klaster kegiatan. Sebagian sudah berjalan, sebagian lainnya sedang kita persiapkan,” kata Gus Yahya disarikan dari islam.nu.org.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan yang sudah berjalan di antaranya adalah NU Women. Yaitu sebuah gerakan keluarga maslahat untuk mencegah kekerasan ibu dan anak, menanggapi perubahan iklim, serta pemberdayaan ekonomi dan politik perempuan.

Demikian pula yang telah rampung digelar yakni forum Religion Twenty (R20) pada awal November lalu.  Sedangkan acara yang tengah disiapkan dengan serius adalah pengembangan badan usaha NU, NU tech, festival seni tradisi Nusantara, pekan olahraga NU, dan penganugerahan NU.

“Sehari sebelum resepsi puncak akan dilaksanakan muktamar internasional fiqih peradaban yang akan melibatkan 100 hingga 300 ulama se-dunia,” kata putra almaghfurlah KH Cholil Bisri ini.

Yang istimewa adalah bahwa pada puncak harlah akan digelar tepat pada tanggal 16 Rajab 1444 Hijriyah atau 7 Februari 2023 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Disebutkan, sejumlah tokoh agama se-dunia akan mengikuti resepsi puncak 1 abad NU tersebut. Salah satu tujuannya agar para ulama dunia mengetahui bahwa NU sebagai fenomena gerakan sosial tersebar hingga akar rumput dan menjadi satu-satunya di dunia.

“Dengan demikian, diharapkan para ulama dunia tertarik untuk meniru gerakan seperti NU di  negaranya masing-masing,” pungkasnya.

Agenda ini dihadiri pula Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, dan Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Ketua PBNU Amin Said Husni dan sejumlah tokoh lain. Termasuk jajaran dari PWNU Jatim.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB