Punya layar belakang, Honor Play20C sudah dijual Rp2 juta saja

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honor Play20C - Honor

Honor Play20C - Honor

sukabumiheadline.com – Tren layar kedua di belakang untuk ponsel entry-level makin bersaing. Terbaru, Honor yang merilis perangkat sama yang diberi nama Honor Play20C sudah hadir secara global.

Honor Play20C membawa layar tambahan berukuran 2,01 inchi di bagian belakang. Honor menempatkan layar tersebut di dekat modul kamera dan membuatnya bisa digunakan untuk berbagai fungsi.

Salah satunya adalah sebagai viewfinder saat mengambil foto menggunakan kamera belakang. Dengan begitu, pengguna bisa menggunakan kamera utama untuk foto selfie tanpa harus mengandalkan kamera depan. Layar belakang tersebut juga bisa digunakan untuk menampilkan notifikasi dan mengontrol pemutaran media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spesifikasi Honor Play 20C

Beralih ke bagian depan, ponsel ini dibekali layar LCD 6,78 inchi dengan resolusi 1.576 x 720 piksel dan mendukung refresh rate hingga 90Hz. Uniknya, ponsel ini ditawarkan dengan SoC berbeda.

Untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB dihadirkan dengan menggunakan Unisoc T615. Sementara varian 3 GB + 32 GB dan 4 GB + 64 GB memiliki chipset Unisoc T610. Namun demikian, tidak ada penjelasan mengapa Honor menggunakan dua seri SoC berbeda, tapi strategi ini sepertinya diambil demi menekan harga.

Untuk sektor kamera, Honor Play20C dibekali kamera utama 13 MP di belakang dan kamera 5 MP di depan. Untuk sumber daya, Honor Play20C punya baterai berkapasitas 6.000 mAh yang didukung pengisian daya 15W.

Ponsel ini juga memiliki banyak kemiripan dari segi desain dan spesifikasi dengan HONOR X5d s yang dirilis beberapa waktu lalu di China. Oleh karena itu, Honor Play20C diduga hanya versi rebrand dari hape yang beredar di negara asalnya.

Honor belum mengumumkan ketersediaan dan perangkat ini di Indonesia. Sebagai gambaran, hape ini dijual dengan harga hanya sekira Rp2 jutaan di Nigeria.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
Vivo X70 Pro Plus, ponsel gahar kamera ZEISS spek dewa setara DSLR, harga?
Honor Magic 9 Pro Max kamera ganda 200 MP: Review spesifikasi, harga dan aksesoris
Lenovo Idea Tab 11 inchi buat yang butuh tablet untuk belajar dan nonton

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB