Roket Hamas Serang Ibu Kota Israel, Masjid di Lebanon Dihancurkan IDF

- Redaksi

Jumat, 13 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamas pada Kamis (12/10/2023) menembakkan rentatan roket ke Tel Aviv sebagai balasan Israel yang menyerang dua kamp pengungsi Gaza. l Istimewa

Hamas pada Kamis (12/10/2023) menembakkan rentatan roket ke Tel Aviv sebagai balasan Israel yang menyerang dua kamp pengungsi Gaza. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Pejuang Hamas diberitakan menembakkan rentatan roket ke Tel Aviv, pada Kamis (12/10/2023). Serangan diklaim sebagai balasan terhadap Israel yang menyerang dua kamp pengungsi di Gaza.

“Brigade Ezzedine Al Qassam menembakkan roket ke Tel Aviv sebagai respons terhadap (serangan Israel) yang menargetkan warga sipil di kamp Al Shati dan Jabalia,” kata Hamas, dikutip dari kantor berita AFP.

Dikabarkan, sebelumnya puluhan serangan udara pasukan Israel pada Kamis pagi menargetkan kamp Al Shati dan di utara Jalur Gaza yang mengakibatkan enam bangunan hancur di kamp Al Shati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasukan pendudukan (Israel) melakukan pembantaian pagi ini di kamp Al Shati dan kamp Jabalia, menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka,” kata Iyad Al Buzum, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas.

Israel juga terus menggempur Gaza dengan serangan udara, menewaskan puluhan orang, termasuk sembilan anak-anak di kota Khan Younis.

Selain itu, situasi di sana juga semakin pelik. Para pejabat di Gaza mengatakan daerah kantong tersebut menghadapi bencana kemanusiaan dengan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah tersebut dimatikan karena kekurangan bahan bakar.

Mengutip dari Al Jazeera, PM Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk menghancurkan Hamas, menyusul serangan mendadak kelompok bersenjata tersebut.

Dia juga mengumumkan pemerintahan persatuan darurat dengan pemimpin oposisi Benny Gantz.

Korban tewas di Gaza sejauh ini mencapai lebih dari 1.200 orang, sementara jumlah orang yang terbunuh di Israel mencapai 1.300 orang.

Saat ini, militer Israel mengaku sedang menunggu untuk melihat apa yang diputuskan oleh para politisi, terkait rencana serangan darat ke Jalur Gaza.

Juru bicaranya, Richard Hecht, pada Kamis mengatakan, “Kami menyiapkan manuver darat jika nanti diputuskan.”

Lebih lanjut, militer juga sedang menyusun langkah berikutnya, setelah sebelumnya memobilisasi sekitar 300.000 tentara cadangan untuk berperang melawan Hamas.

Otoritas di Gaza mengatakan, akibat serangan udara Israel telah menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai 5.000 lainnya, sebagian perempuan dan anak-anak.

IDF Tembaki Lebanon Selatan

Sementara, sebuah masjid di Desa Dhayra, Lebanon Selatan dekat perbatasan Lebanon-Israel, Lebanon, dikabarkan rusak pada Selasa (11/10/2023).

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim sebuah rudal anti-tank diluncurkan dari Lebanon dengan target sebuah pos militer yang berdekatan dengan komunitas Arab Al-Aramshe di BlueLine, dan mereka menembaki kota-kota di Lebanon Selatan.

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB