Salah Jalan, L300 Tujuan Parakansalak Terbalik di Parungkuda Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 16 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil L300 terbalik di Parungkuda. l Istimewa

Mobil L300 terbalik di Parungkuda. l Istimewa

 

Subtitle

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angga

SUKABUMIHEADLINES.com l PARUNGKUDA – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/11/2021) petang pukul 18.40 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, tapi menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Kampung Palasari RT 01/01, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda.

“Kecelakaannya terjadi di Kampung Palasari, di sini biasanya warga menyebut tanjakan Haji Uduy,” kata warga setempat, Kurdi Setiawan (40) kepada sukabumiheadlines.com.

Kurdi menambahkan kecelakaan yang menimpa mobil L300 bermuatan kayu dolken, tersebut diduga akibat sopir tidak mengenal medan jalan yang dilaluinya.

“Sopir pertama kali lewat jalur sini jadi belum pengalaman, pas mau diganjal keburu terbalik mobilnya,” tambah Kurdi.

Karena tidak kuat menanjak, kata Kurdi, mobil nahas tersebut kemudian mundur dan terguling menimpa rumah milik Nyai (50). “Mobil menimpa rumah, sehingga toilet dan dapur mengalami kerusakan.”

Sopir diduga tidak hafal jalan karena mengaku mengangkut kayu tujuan Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak.

“Ngakunya salah jalan karena mau ke Bojonglongok, tapi malah ke Palasari. Mungkin karena tidak menguasai medan jalan, akhirnya mengalami kecelakaan,” pungkas Kurdi.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB