Second Change dan Life is Full Surprise, Momen Sutradara Hollywood Syuting di Sukabumi, Ini Lokasinya

- Redaksi

Minggu, 9 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengambilan gambar film Second Change di Sukabumi. l Istimewa

Pengambilan gambar film Second Change di Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sutradara film asal Indonesia yang berkiprah di Hollywood, Livi Zheng, membuktikan janjinya untuk membantu mempromosikan pariwisata dan seni budaya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Janji Livi tersebut disampaikan saat dirinya berniat menggarap dua film terbarunya yang berjudul Second Change dan Life is Full Surprise.

Dalam dua film bertema laga tersebut, mengedepankan olahraga Pencak Silat dan Bola Seneu (bola api), yang merupakan kebudayaan khas Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seni budaya dan pariwisata di Sukabumi banyak yang menarik. Walau saya tidak terlalu banyak mengetahuinya, tapi film ini akan membantu mempromosikannya,” kata sutradara yang kini menetap di Amerika Serikat itu, Sabtu (26/8/2022) lalu.

IMG 20230709 014115
Pulau Kunti jadi spot pengambilan gambar dua film Livi Zheng. l Istimewa

Dalam proses produksinya, kedua film Livi itu akan dibantu oleh kru yang sebagian besar berasal dari Negeri Paman Sam.

Selain itu, ia juga mengajak komunitas film dan warga lokal di Sukabumi berpartisipasi saat pengambilan gambar yang dilakukan selama satu pekan sejak Jumat (25/8/2022) di Pulau Kunti, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi dan sejumlah spot lain di Sukabumi.

Baca Juga: Momen Tak Terlupakan Sutradara Hollywood, Livi Zheng Makan Mochi di Sukabumi

Second Change

Menyambut Hari Film Nasional, sutradara Livi Zheng meluncurkan film Second Chance yang diproduksi BRI Life. Lokasi shooting film Second Chance seluruhnya di Indonesia.

Pembuatan film ini sangat unik karena Livi melibatkan ratusan warga lokal di Sukabumi dan kru film Hollywood yang pernah menggarap film G.I. Joe, The Expandables, Rambo, dan Legends of the Fall.

IMG 20230709 014026
Pengambilan gambar film Second Change di Sukabumi. l Istimewa

Film produksi BRI Life ini mengangkat kisah kehidupan sepasang suami-istri sederhana di sebuah desa yang terkenal dengan produksi anyamannya di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Sang istri  harus menggantikan mendorong gerobak sayurnya setiap hari untuk berjualan sayur ketika suaminya sudah tidak bisa melakukannya lagi.

”Film yang sarat dengan pesan-pesan kehidupan ini menampilkan adegan-adegan action stunt motor yang mendebarkan,” kata Livi.

Lif Is Full Surprise

Film resolusi 4K biasanya kita lihat di gedung-gedung bioskop. Tapi, Livi Zheng, sutradara film Life is Full of Surprises yang dibuat untuk BRI Life, ingin masyarakat Indonesia yang tinggal di kabupaten dan tidak memiliki gedung bioskop untuk ikut bisa menikmati resolusi 4K tersebut.

Livi merilis filmnya Life is Full of Surprises yang dibintangi Prisia Nasution dan Henky Solaiman di Youtube dengan resolusi 4K.

Film Life is Full of Surprises adalah film yang sangat unik dari proses pembuatannya. Film ini hanya bedurasi 3 menit 58 detik, tapi penggarapannya berstandar Hollywood.

IMG 20230709 013806
Suasana syuting film Life Is Full Surprise di Sukabumi. l Istimewa

Kru Livi yang menggarap film pendek ini bahkan ada yang nominasi piala Oscar, yang sebelumnya menggarap Star Wars dan The Mummy.

Kamera yang digunakan adalah Red Epic Dragon dengan resolusi 6K. Life is Full of Surprises adalah produksi kolaborasi Hollywood dan Indonesia.

Pada saat masa syuting Livi bukan hanya menyutradarai, tapi juga memberi workshop film ke murid-murid dari enam SMA Sukabumi.

Livi bahkan juga mengundang murid-murid tersebut untuk melihat langsung proses syuting dua film garapannya yang di syuting bersamaan di Sukabumi.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB