Sedan mewah Suzuki Dzire meluncur, dibekali sunroof plus kamera 360, seharga Ayla dan Agya

- Redaksi

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suzuki Dzire 2024 - Istimewa

Suzuki Dzire 2024 - Istimewa

sukabumiheadline.com – Maruti Suzuki akan meluncurkan Suzuki Dzire 2024 untuk konsumen di India. Kendaraan berjenis sedan tersebut mendapat sejumlah pembaruan dibandingkan model sebelumnya.

Mengutip dari Gaadiwaadi, Suzuki Dzire baru sebelumnya sudah beberapa kali tertangkap kamera sedang diuji coba di jalan raya India. Mobil perkotaan tersebut kabarnya akan meluncur pada semester kedua tahun ini.

Suzuki Dzire generasi keempat ini punya tampang unik berkat aksen membulat di area wajahnya. Sementara grill-nya berdesain honeycomb dengan ukuran yang cukup dominan. Lampu utama atau headlamp-nya cukup lebar dengan sudut-sudut yang dirancang tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suzuki Dzire 2024 - Istimewa
Interior Suzuki Dzire 2024 – Istimewa

Suzuki Dzire 2024 juga terlihat lebih sporty berkat penggunaan bumper baru dan pengaturan ulang di bagian lampu kabut. Selain itu, desain peleknya juga dibuat lebih kekinian.

Spesifikasi dan fitur 

Dari segi fitur, Suzuki Dzire baru kabarnya bakal lebih canggih dibandingkan Suzuki Swift baru. Kendaraan tersebut sudah dilengkapi sunroof dan kamera 360.

Selain itu, pabrikan juga membekalinya dengan sejumlah fitur standar seperti layar sentuh hiburan berukuran 9 inchi yang bisa terhubung ke Android Auto dan Apple CarPlay.

Mobil juga sudah dipasangkan sistem pengisian daya nirkabel, enam airbags dan masih banyak lagi. Kabarnya, Suzuki Dzire baru akan menjadi mobil perkotaan tercanggih di kelasnya.

Suzuki Dzire 2024 menggunakan mesin Z-Series NA 1.2 liter dengan transmisi otomatis dan manual lima-percepatan. Sayangnya, belum ada informasi detail mengenai tenaga dan torsi yang bisa dihasilkan.

Selain itu, produsen juga belum mengungkap berapa harga jual Suzuki Dzire 2024. Namun, kabarnya, kendaraan tersebut bakal dibanderol sedikit lebih mahal dari model sebelumnya yang dijual mulai Rp120 juta hingga Rp140 jutaan.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
6 motor paling laris di Indonesia 2026, cek harga dan spesifikasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB