Sejarah 8 Maret Diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional

- Redaksi

Selasa, 7 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. l Istimewa

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tanggal 8 Maret pada setiap tahunnya. Namun, sejatinya Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada 28 Februari 1909 di Kota New York oleh Partai Sosialis Amerika.

Namun kemudian, 8 Maret ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) hingga saat ini.

Peringatan ini didedikasikan untuk seluruh perempuan di dunia dan ditetapkan untuk mencapai kesetaraan sosial bagi kaum perempuan. Baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tema IWD tahun 2023 mengambil tema “Gender equality today for a sustainable tomorrow”, yang arti bebasnya adalah Kesetaraan Gender Kini dan Esok. Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan dunia saat ini dan yang akan datang.

Dengan tema tersebut, kaum perempuan diharapkan bisa menjawab tantangan dunia.

Sejarah IWD

Perayaan International Women’s Day dimulai pada 1909 ketika 15.000 perempuan melakukan aksi demo di New York, Amerika Serikat, menyuarakan hak mereka tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.

Pada 1910, Pemimpin ‘Kantor Perempuan’ Clara Zetkin mengajukan sebuah gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional yang menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan.

Gagasan itu disetujui Konferensi perempuan dari 17 negara yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911 sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman, Denmark dan swiss.

Kemudian, muncul pergerakan kaum perempuan di Rusia yang berupaya mencegah dunia jatuh dalam jurang kehancuran akibat peperangan.

Pergerakan perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I pada 8 Maret 1913. Setahun kemudian, perempuan di seantero Eropa menggelar aksi yang sama di tanggal yang sama.

Di era Perang Dunia II, 8 maret digunakan seluruh dunia sebagai momentum advokasi keserataan gender. Selanjutnya, sejak 8 Maret 1975 kemudian diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Perempuan Internasional.

Selanjutnya, pada 2011, mantan Presiden AS Barack Obama menetapkan Maret sebagai Bulan Sejarah perempuan.

Kesetaraan Gender 

Di masa sekarang, gagasan dan konsep tentang kesetaraan gender kini bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan.  Kini, perempuan memiliki kesempatan untuk berada di pemerintahan, kesetaraan yang lebih besar dalam hak-hak legislatif, dan apresiasi terhadap pencapaian mereka di berbagai bidang. Baca lengkap:

Namun, pada kenyataannya masih banyak benang kusut permasalahan perempuan yang belum terpecahkan, seperti masih adanya ketidaksetaraan upah antara perempuan dan laki-laki, juga kasus-kasus kekerasan domestik yang lebih dominan dialami perempuan.

Namun demikian, perbaikan dan perubahan besar telah dilakukan. Perempuan kini bisa menjadi astronot, perdana menteri, memperoleh pendidikan tinggi, bebas untuk bekerja dan memiliki keluarga, serta memiliki kebebasan untuk memilih tujuan hidupnya.

Hari perempuan bukan sekadar seremonial belaka, perayaan hari perempuan harus bisa dimaknai lebih terutama bagi kamu perempuan.

Para perempuan terdahulu yang sudah lebih dulu memperjuangkan kesetaraan kamu wanita tak hanya berkorban tenaga bahkan diri mereka sendiri pun dikorbankan demi kesetaraan hak para kaum perempuan.

Selamat hari perempuan, untuk perempuan-perempuan hebat yang pundaknya seperti baja dan kasih sayangnya selembut sutra.

Selamat hari perempuan, untuk perempuan-perempuan Sukabumi yang, terutama yang menjadi tulang punggung sekaligus tulang rusuk di rumahnya.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru

Luhut Binsar Pandjaitan - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Prabowo setujui usulan Luhut ubah definisi korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:30 WIB