Seorang Punya 4 Rekom Dinas Pertanian, 4 Warga Purabaya Sukabumi Tersandung Kasus Solar

- Redaksi

Selasa, 5 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah cek barang bukti. l Istimewa

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah cek barang bukti. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l PURABAYA – Masyarakat mengantri membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sempat terjadi dalam dua bulan terakhir di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sukabumi.

Bahkan, hingga saat ini kelangkaan masih dirasakan oleh ratusan nelayan di Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Senin (4/4/2022).

Diberitakan sukabumiheadlines.com sebelumnya, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng Asep JK mengatakan 80% nelayan Ujunggenteng tidak melaut akibat kelangkaan solar bagi nelayan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekinian, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat mengamankan empat orang warga Kecamatan Purabaya. Keempatnya ditangkap karena diduga telah melakukan penyalahgunaan jual beli solar.

Diketahui, dari keempat warga tersebut memiliki lebih dari satu surat rekomendasi (rekom) UPTD Pertanian Kecamatan Purabaya untuk pembelian BBM. Padahal, pelaku sejatinya bukanlah petani.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, keempat warga Purabaya tersebut diamankan jajaran Satreskrim di Jalan Raya Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

2
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah cek barang bukti. l Istimewa

Adapun, dari keempat orang tersangka berinisial TF sebagai petugas SPBU di Purabaya. “Yang mana bersangkutan memiliki rekom UPTD Pertanian Purabaya sebanyak tiga lembar. Sementara, tersangka Y, J dan HJD memiliki empat rekom dari UPTD Pertanian Purabaya dan Jampang Tengah,” ujar Dedy.

“HJD diketahui melakukan penyalahgunaan BBM jenis Solar sebanyak 340 liter yang dikemas menggunakan jerigen, kemudian diangkut menggunakan kendaraan jenis Colt bak terbuka,” sambungnya.

Sedangkan, lanjut Dedy tersangka J dan Y penyalaggunaan BBM jenis solar di SPBU Purabaya dengan menggunakan surat rekomendasi dari UPTD Pertanian wilayah Jampang Tengah jumlah 420 liter dikemas dalam 12 jerigen.

“BBM jenis solar tersebut dimiliki oleh petugas SPBU atas nama tersangka T. Mereka membeli BBM tersebut pada saat tersangka T bertugas sebagai operator di pom bensin tersebut,” jelasnya.

Masih kata Dedy, barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka HJD satu unit kendaraan pickup, 340 liter BBM solar, 4 lembar surat rekomendasi dari UPTD pertanian wilayah sagaranten.

“Untuk tersangka Y, J dan T satu unit kendaraan pick up, 420 liter BBM jenis solar sebanyak 12 jerigen, surat rekomendasi dari UPTD Pertanian wilayah Jampang Tengah sebanyak tiga surat,” terangnya.

Keempat tersangka, kata Dedy dikenakan pasal dalam UU Minyak dan Gas Bumi, turut serta membantu penyalahgunaan niaga atau angkut BBM dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“Jadi Solar dibeli di SPBU, kami dalami untuk keterkaitan dari Dinas Pertanian karena mereka menggunakan modus surat rekom UPTD Pertanian. Para tersangka ini membeli lebih dan menjual lagi bukan untuk kepentingan pertanian,” bebernya.

“Solar dibelinya Rp5 ribu per liter, kemudian dijual Rp6 ribu sampai Rp7 ribu. Tersangka HJD ini sudah kurang lebih 25 tahun memiliki usaha jual beli minyak dan dia bukan sebagai petani,” imbuhnya.

“Kami masih melakukan pendalaman bagaimana surat dari pertanian ini bisa keluar kepada petugas SPBU dan kepada HJD bisa membawa empat surat rekom tersebut,” tandasnya.

Berita Terkait

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB