Setelah 45 Tahun Jadi Pendeta di Australia, Gould David Putuskan Mualaf

- Redaksi

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l Jagat media sosial dihebohkan dengan kisah seorang pendeta Australia yang sangat dihormati bernama Gould David.

Dikabarkan, Gould David yang telah mengabdi selama 45 tahun sebagai pendeta, memutuskan untuk masuk Islam, dan mengubah namanya menjadi Abdul Rahman.

Gould David, pendeta Australia yang memutuskan untuk masuk Islam
Gould David, pendeta Australia yang memutuskan untuk masuk Islam. l Istimewa

Keputusan Gould David untuk memeluk Islam tentu saja menjadi perbincangan hangat di media sosial dan masyarakat luas. Sejumlah tokoh agama dan pemuka masyarakat di Australia juga memberikan tanggapan terhadap keputusan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak yang memberikan dukungan dan menghormati kebebasan beragama. Sementara yang lain masih terkejut dan ingin memahami lebih lanjut tentang perubahan tersebut.

Gould David, yang sekarang dikenal sebagai Abdul Rahman, telah menegaskan bahwa pilihannya ini tidak bermaksud untuk menyingkirkan nilai-nilai yang dianut selama ini, tetapi lebih kepada pencarian makna hidup yang lebih mendalam.

Berita Terkait

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan
16 Oktober: Dua hari penting diperingati di Indonesia, HPS dan HPI
45 ribu generasi muda Korea Selatan mualaf, tertarik kesederhanaan hidup dalam Islam

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:02 WIB

18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan

Berita Terbaru